Mitrapost.com – Bisnis minuman teh Menantea yang didirikan konten kreator Jerome Polin bersama dengan kakaknya Jehian bakal tutup permanen akhir April ini.
Hal itu lantaran ada kesalahan dalam operasional bisnis hingga menyebabkan kerugian Rp38 miliar. Jerome Polin dan kakaknya pun merasa kena tipu karena selama ini pengelolaan keuangan diserahkan pada satu orang.
“Karena dia ini laporan keuangannya selalu dari Excel, dari Excel kita ngecekin laporan keuangannya,” ungkap Jerome di Celloszxz.
Selama ini, Jerome mengaku tak pernah kepikiran jika laporan keuangan di Excel yang dikirimkan ternyata bisa dimanipulasi. Hingga ia mendapati uang di perusahaan habis pada tahun 2023.
“Ketahuan, Excel itu bohong. Bisa di edit Excel kan,” lanjutnya.
Usai dicek mutasi rekening, ternyata jumlah uang yang tertulis di laporan tak sesuai dengan saldo di rekeningnya.
“Kesalahan gua adalah, gua enggak ngecek mutasi,” ujarnya.
Uang dari bisnisnya justru dipakai oleh oknum tersebut. Kerugian yang diderita pun mencapai Rp38 miliar.
“Jadi duit yang dipindahin itu sekitar Rp38 (Miliar), ada beberapa yang dibalikin untuk bayar operasional,” terangnya.
“Total Rp5-6 miliar yang diambil. Ternyata duitnya itu dipakai buat nutupin lubangnya dia yang lain,” lanjutnya.
Setelah mengetahui masalah di bisnisnya itu, Jerome dan kakanya pun melakukan audit investigasi dengan Kantor Akuntan Publik.
Kini, ia pun harus merogoh kantong pribadinya untuk menutup operasional bisnis Menantea hingga akhir April nanti atau hingga kontrak dengan mitranya selesai 25 April.
Ternyata, kasus ini bukan pertama kalinya terjadi. Jerome menyebut, oknum tersebut telah menipu banyak artis dan selebgram lain seperti bisnis Ngikan milik Okin, Nyapii milik Edho Zell, hingga Sempatin milik almarhum Babe Cabita.
“Karena mereka itu minority. Kalau di Menantea kan masing-masing 25 persen, si anu 25 persen. Tapi kalau di lain kayak di Ngikan, Nyapii, Sempatin, Nyayap juga kena itu,” paparnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






