Penutupan IHSG Awal Pekan Menguat, Saham Energi dan Bahan Baku Diprediksi Bergerak Konsolidatif

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan awal pekan, Senin 13 April 2026, ditutup menguat 0,56% ke level 7.500,19 ditopang oleh dominasi sektor energi, bahan baku, dan konsumer non-primer, serta dari arus dana asing (net buy) yang kembali masuk pasar domestik.

Untuk perdagangan Rabu, 15 April 2026, IHSG berpeluang bergerak konsolidatif cenderung menguat terbatas dengan katalis utama yang berasal dari stabilisasi harga energi, kelanjutan inflow asing, serta ekspektasi data domestik yang masih resilien pasca momentum Ramadan.

BREN – PT Barito Renewables Energy Tbk

Pergerakan saham energi, khususnya grup Prajogo, kembali menjadi motor penguatan IHSG dengan pola akumulasi yang konsisten. Momentum ini didukung rotasi dana ke sektor berbasis komoditas dan energi di tengah dinamika global.

Oleh karena itu, saham ini menutup perdagannya pada level Rp6.075. Secara struktural, BREN berada dalam fase lanjutan tren naik dengan dukungan sentimen sektor yang masih dominan, khususnya dalam rentang prediksi Rp6.257 — Rp6.379.

BRPT – PT Barito Pacific Tbk

Kenaikan signifikan pada saham grup ini mencerminkan minat institusional yang kembali meningkat. BRPT mendapat leverage dari penguatan sektor bahan baku dan energi secara bersamaan, menjadikannya salah satu proxy utama rotasi sektor.

Meski perdagangannya kemarin sempat ditutup di fase Rp2.190, namun saham ini diprediksi berada pada rentang harga Rp2.255 — Rp2.321. Pergerakan tersebut masih berpotensi berlanjut selama sentimen komoditas tetap stabil.

INCO – PT Vale Indonesia Tbk

Sektor bahan baku menjadi pemimpin penguatan IHSG, dengan kenaikan signifikan yang didorong oleh ekspektasi permintaan global dan kebijakan domestik terkait hilirisasi. Hal ini terlihat dari penutupan perdagangannya di fase Rp6.150.

INCO secara fundamental berada pada posisi strategis dalam rantai pasok nikel, sehingga relevan dalam fase rotasi ke komoditas. Oleh sebab itu, saham ini diprediksi mengalami kenaikan dalam rentang kisaran Rp6.273 — Rp6.457.

BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Saham perbankan tetap menjadi penopang stabilitas indeks, terutama dengan indikasi akumulasi oleh investor global pada bank besar Indonesia. Pernyataan ini terlihat dari penutupan perdagangannya yang berada dalam fase Rp3.370.

Dalam kondisi pasar yang mulai kondusif, BBRI cenderung menjadi lagging mover yang berpotensi mengejar penguatan setelah sektor komoditas memimpin reli. Oleh karena itu, saham ini diproyeksikan berada dalam rentang Rp3.437 — Rp3.505.

MYOR – PT Mayora Indah Tbk

Didukung oleh data penjualan ritel yang meningkat selama periode Ramadan, sektor konsumsi menunjukkan ketahanan permintaan domestik yang terlihat dari perdagangannya yang ditutup di angka Rp1.905.

MYOR berada dalam posisi defensif namun tetap atraktif, dengan potensi penguatan lanjutan seiring rotasi ke saham berbasis demand domestik setelah penguatan komoditas. Hal ini menjadikan saham ini diproyeksikan mengalami kenaikan hingga kisaran Rp1.943 — Rp1.981. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati