Mitrapost.com – Pascabencana hidrometeorologi banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatera pada akhir November 2025 lalu, kondisi layanan kesehatan yang ada di Kabupaten Gayo Lues (Galus), Provinsi Aceh, semakin mengalami tekanan serius.
Melansir dari Tribunnews, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Ali Kasim Gayo Lues (RSUD Gayo Lues) dilaporkan tengah menghadapi sejumlah keterbatasan, seperti minimnya dokter spesialis, rusaknya akses jalan menuju rumah sakit, hingga fasilitas dasar yang tidak memadai.
Akibatnya, situasi tersebut membuat semakin sulitnya penanganan yang dilakukan terhadap pasien, utamanya bagi mereka yang tengah membutuhkan rujukan secara cepat ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih memadai.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Gayo Lues, Sri Agusti menegaskan bahwa kondisi tersebut telah berada pada taraf yang mengkhawatirkan. Untuk itu, pihaknya menyebut Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Kesehatan dapat memberi perhatian serius terhadap RSUD Gayo Lues.
Karena menurutnya, Kabupaten Gayo Lues harusnya bisa mendapatkan prioritas utama dalam hal pemerataan layanan kesehatan lantaran posisinya yang termasuk ke dalam kategori Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).
Selain sejumlah masalah yang telah disebut di atas, RSUD Gayo Lues juga kekurangan tenaga medis dan dihadapkan pada keterbatasan air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan vital dalam standar pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, fasilitas ambulans yang juga tersedia hingga saat ini hanyalah yang merupakan pengadaan sejak tahun 2018 dan tercatat sudah tidak layak digunakan secara maksimal. Sementara itu, kebutuhan rujukan pasies terus mengalami peningkatan.
Untuk itu, pihak RSUD Gayo Lues, Aceh, berharap akan adanya intervensi cepat dari Pemerintah Pusat untuk dapat menguatkan layanan kesehatannya, baik dari segi sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, maupun sarana penunjang lainnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






