Pati, Mitrapost.com – Sebuah pondok pesantren (ponpes) bernama Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati didemo warga lantaran pengasuhnya berinisial AS diduga menjadi pelaku pencabulan terhadap puluhan santrinya.
Demo digelar pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 13.30 WIB di ponpes putri. Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) mendesak polisi bertindak tegas dalam kasus ini.
Salah satu massa demo bernama Ahmad Nawawi mengaku resah dengan perilaku pengasuh ponpes tersebut.
“Saya merasa resah karena bersangkutan mengatasnamakan pondok pesantren ini merusak citra pondok pesantren,” ujarnya dilansir dari Detik.
Ia menyebut banyak penyimpangan yang dilakukan. Namun sulit melawan karena pelaku mengancam balik.
“Sudah sering mendengar, karena banyak ancaman dan dari pihak terkait atau pengasuh pondok yaitu tersangka yaitu berani mengancam balik dengan fitnah,” ujarnya.
“Sebenarnya sudah lama sekali dan sudah pengusiran dari sini, penyimpangan terutama penipuan, pemerasan dan pelecehan seksual,” lanjutnya.
Massa sempat ditemui oleh Ketua Yayasan. Namun penjelasan dinilai kurang memuaskan membuat demo diwarnai aksi lempar botol.
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan akan mengawal kasus ini. Pengasuh ponpes juga telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Kami dari Aspirasi mengawal kasus pelecehan seksual saudara AS yang saat ini sudah menjadi tersangka dan proses hukum sudah berjalan,” ujarnya.
Pihaknya juga menyediakan bantuan hukum bagi para korban dalam kasus ini.
“Kami membuka bantuan hukum secara gratis kepada santri yang kena asusila terhadap kiai siapapun itu kami akan mengawal secara gratis,” jelasnya.
Ketua Yayasan ponpes memastikan AS telah dinonaktifkan. Sedangkan para santri rencananya akan dipulangkan.
“Insya Allah untuk bersangkutan secara pribadi sudah saya nonaktifkan dan untuk anak santri akan saya pulangkan,” kata S. (*)

Redaksi Mitrapost.com






