IHSG Dibuka di Zona Hijau, Harga 5 Saham Ini Berpotensi Bergerak Signifikan pada Kamis Besok

Mitrapost.comIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan Rabu (6/5/2026) di level 7.083,15 atau naik 26.05 poin (+0.37%) pada update terakhir pukul 09:45 WIB.

Meski sempat rebound, namun dinilai masih belum kuat. Masih banyak saham yang mengalami penurunan dibandingkan kenaikan harga. Namun peluang tetap ada untuk trading cepat dan selektif.

Berikut 5 saham yang berpotensi mengalami pergerakan harga signifikan pada Kamis, 7 Mei 2025 besok!

BBNI – Bank Negara Indonesia

Sebagai bank besar dengan valuasi relatif murah, BBNI layak menjadi incaran. Terlebih, kredit korpirasi dan retail stabil.

Didukung adanya rebound sektor finansial dan kenaikan IHSG yang biasanya ditopang perbankan. Potensi kenaikan saham ini mencapai Rp4.100 — Rp4.300 atau 5% – 9% dari harga penutupan Rp3.920 pada Selasa (5/5/2026).

Namun ada risiko sensitif terhadap foreign outflow.

ERAA – Erajaya Swasembada

Saham ini menjadi salah satu saham yang berpotensi mengalami pergerakan harga signifikan di kisaran Rp430 — Rp460 atau naik 6% – 12% dari harga penutupan Rp410 pada Selasa (5/5/2026).

ERAA merupakan distributor gadget besar ditambah adanya dukungan dari konsumsi domestik. Selain itu, sektor consumer cyclical jadi top gainer baru-baru ini dan ada momentum retail rebound.

Namun tetap ada risiko margin tipis dan bergantung pada daya beli.

TINS – Timah

Saham ini potensial mengingat komoditas timah global dalam kondisi stabil dan permintaan industrinya kuat.

TINS berpotensi bergerak di kisaran Rp3.900 — Rp4.000 atau naik 5% – 10% dari harga penutupan Rp3.690 pada Selasa (5/5/2026).

Didukung sektor basic materials yang tengah memimpin rebound dan volume perdagangan meningkat. Namun ada risiko fluktuasi harga logam.

AKRA – AKR Corporindo

Saham ini berpotensi naik di kisaran Rp1.600 — Rp1.640 atau 4% – 8% dari harga penutupan Rp1.520 pada Selasa (5/5/2026).

Distribusi energi dan logistik serta bisnis yang stabil (semi-defensif) menjadi alasannya. Didukung potensi saham ini ikut naik saat rebound IHSG. Selain itu, infrastruktur dan energi mulai dilirik.

Namun ada risiko pertumbuhan moderat dan sensitif harga energi.

JPFA – Japfa Comfeed Indonesia

JPFA merupakan saham sektor poultry & consumer dengan permintaan pangan yang stabil. Saham ini termasuk top gainer saat rebound pasar dan recovery konsumsi domestik.

Potensi kenaikannya mencapai Rp2.700 — Rp2.900 atau +6% – 11% dari harga penutupan Rp2.590 pada Selasa (5/5/2026).

Namun ada risiko harga pakan dan komoditas serta margin fluktuatif. (*)

 

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati