Mitrapost.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Jumat (8/5/2026), menguat tipis di level 7.182,92. Kondisi pasar pada hari ini menunjukkan rebound jangka pendek dan volatile. Ini menandakan market ‘hidup’, namun cepat berubah arah.
Berkaca dari aktivitas aktivitas perdagangan sebelumnya, sektor paling aktif di antaranya keuangan dan perbankan, infrastruktur, industri, hingga consumer defensive. Berikut ini kami rangkum 5 saham yang dinilai potensial untuk scalping hari ini!
Barito Pacific Tbk (BRPT)
Secara fundamental, saham perusahaan merupakan salah satu yang paling aktif di pasar, sehingga likuiditas tinggi. Kinerja keuangannya didukung laba yang melonjak hingga 8 kali lipat pada kuartal pertama 2026, serta didukung permintaan petrokimia dan energi. Harga BRPT menunjukkan kenaikan lanjutan (bullish continuation).
Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
AMMN termasuk saham likuid, serta sering masuk ke dalam daftar saham yang banyak diperdagangkan di sektor pertambangan. Fundamental perusahaan didukung sektor tembaga dan emas, sehingga sensitif terhadap sentimen harga komoditas global. Harga saham sering terkoreksi sementara di tengah-tengah tren naik (uptrend), sebelum kembali menunjukkan kenaikan.
ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)
Likuiditas ESSA cukup tinggi untuk saham perusahaan mid-cap sektor energi. Laba kuartal pertama mengalami kenaikan 31% YoY, didukung sentimen sektor energi dan kimia yang sedang positif. Harga ESSA cenderung mengalami kenaikan secara bertahap.
Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)
Aktivitas perdagangan saham BUVA cukup aktif dan termasuk likuid. Fundamental perusahaan belum sekuat big caps, dan digerakkan sentimen terhadap sektor pariwisata dan spekulasi. Harga BUVA berada di level ekstrem, menunjukkan indikasi spike atau naik drastis dalam waktu singkat.
Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
Likuiditas mulai meningkat karena perhatian market pada sektor energi/infrastruktur. Fundamental perusahaan didukung bisnis utilitas dan infrastruktur energi. Harga berada di level netral bullish dengan tren mulai menunjukkan momentum pendek. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






