Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,33 persen ke level 5.801 pada Selasa (29/6/2026).
Memasuki awal Juli, ada peluang terjadinya technical rebound dengan adanya penguatan bursa saham global, terutama Wall Street. Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan masih volatile.
Strategi yang dinilai lebih sesuai adalah buy on weakness pada saham-saham yang menunjukkan akumulasi volume. Berikut ini 5 saham yang berpotensi alami pergerakan signifikan pada Rabu, 1 Juli 2026.
- BRIS – Bank Syariah Indonesia
Saham ini berpotensi naik 8%–15% di kisaran Rp1.800 — Rp2.000. Secara fundamental, BRIS merupakan bank syariah terbesar Indonesia. Pertumbuhan pembiayaan dan laba bank ini tetap solid. Kemudian didukung ekspansi ekosistem keuangan syariah nasional.
Saham ini masuk rekomendasi sebagai buy on weakness oleh MNC Sekuritas. Ada peluang rebound setelah tekanan jual pada akhir Juni. Namun ada risiko masih sensitif terhadap aksi jual asing. Volatilitas sektor perbankan.
- IMPC – Impack Pratama Industri
IMPC merupakan produsen bahan bangunan dengan pangsa pasar kuat. Neraca keuangan sehat dan ekspansi bisnis berlanjut.
Potensi kenaikan saham ini mencapai 8%–14% di level Rp1.500 — Rp1.600. Didukung volume pembelian mulai meningkat. Struktur teknikal menunjukkan peluang melanjutkan tren naik.
Namun ada risiko bergantung pada pemulihan sektor properti. Sensitif terhadap perlambatan ekonomi.
- INDY – Indika Energy
INDY memiliki diversivikasi ke energi, tambang, dan kendaraan listrik. Fundamental saham ini tetap kuat dengan arus kas yang sehat.
Saham ini berpotensi naik 9%–16% di kisaran Rp2.100 — Rp2.200. Didukung momentum teknikal mengarah ke fase bullish dan adanya kenaikan volume transaksi.
Namun ada risiko fluktuasi harga batu bara dan komoditas, serta volatilitas sektor energi.
- SUPA – Super Bank Indonesia
Saham ini berpotensi naik 10%–18% di kisaran Rp600 — Rp640. Secara fundamental, SUPA merupakan bank digital yang masih berada dalam fase ekspansi. Ada potensi pertumbuhan tinggi seiring pengembangan layanan digital.
Didukung saham ini merupakan saham yang direkomendasikan sebagai trading buy. Kemudian ada momentum awal penguatan teknikal mulai terbentuk.
Namun ada risiko likuiditas relatif lebih rendah dibanding bank besar dan volatilitas tinggi.
- BBCA – Bank Central Asia
Saham ini berpotensi naik 5%–10% di kisaran Rp6.200 — Rp6.500. Secara fundamental, BBCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia. Rasio CASA tinggi dan kualitas aset sangat baik. Kemudian program buyback dan fundamental tetap solid.
Didukung saham ini menjadi salah satu saham favorit investor institusi dan berpotensi memimpin rebound sektor perbankan. Namun ada risiko masih rentan terhadap foreign outflow. Selain itu, kenaikan cenderung lebih moderat dibanding saham berbeta tinggi. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






