Semarang, Mitrapost.com – Tak sekedar budaya, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menilai Tradisi Larung Sesaji di Tambaklorok sebagai wujud dari rasa syukur masyarakat kepada Allah.
Selain itu, juga sebagai penghormatan kepada laut yang selama ini telah menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Agustina pun merasa bangga karena di tengah pesatnya perkembangan zaman, warga Tambaklorok tetap melestarikan tradisi tersebut.
“Saya merasa bangga, di tengah perkembangan zaman, warga Tambaklorok tetap menjaga warisan leluhur dengan penuh khidmat dan kebersamaan,” ujar Agustina.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menjaga laut dan bumi, agar kelak generasi selanjutnya masih bisa menikmati hasil alam.
“Laut bukan hanya ruang mencari nafkah, tetapi juga rumah yang harus kita jaga bersama. Sedekah Laut dan Bumi ini menjadi pengingat bahwa manusia hidup berdampingan dengan alam. Apa yang kita rawat hari ini, akan menjadi warisan berharga bagi anak cucu kita nanti,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agustina menyoroti keselamatan nelayan saat melaut. Ia meminta para nelayan untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum pergi.
“Saya juga berpesan kepada seluruh nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melaut. Cuaca yang tidak menentu harus disikapi dengan kehati-hatian dan kewaspadaan,” paparnya.
Ia pun berharap para nelayan dapat selalu diberi keselamatan dan bisa mendapatkan hasil tangkapan yang melimpah.
“Semoga tradisi Larung Sesaji ini membawa keberkahan, laut kita tetap lestari, hasil tangkapan melimpah, dan seluruh nelayan selalu diberikan keselamatan saat berlayar hingga kembali berkumpul bersama keluarga,” tuturnya.
“Matur nuwun warga Tambaklorok. Panjenengan semua adalah pribadi-pribadi tangguh yang menjaga denyut kehidupan Kota Semarang,” tutup Agustina. (Adv)

Redaksi Mitrapost.com






