Pati, Mitrapost.com – Angka kematian ibu di Kabupaten Pati mencapai sembilan kasus hingga Juli tahun ini. Hal ini pun menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyebut, angka kematian ibu mencapai 13 kasus pada tahun lalu. Sehingga penurunan angka kematian ibu dan bayi pun menjadi prioritas daerah.
Untuk sembilan kasus kematian ibu tahun ini, menurutnya perlu ditangani dengan cepat dan terintegrasi dengan melibatkan seluruh pihak.
“Angka kematian ibu di Kabupaten Pati masih menjadi perhatian serius. Tahun lalu tercatat 13 kasus, dan hingga Juli tahun ini sudah mencapai 9 kasus,” ujarnya.
Pemkab Pati pun telah meluncurkan Sistem Pemantauan dan Pelayanan Ibu Hamil Risiko Tinggi (TEMPAYAN BU HARTI) sebagai upaya mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi di Pati.
Sistem itu digagas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pati. Dengan adanya TEMPAYAN BU HARTI diharapkan bisa memperkuat pemantauan ibu hamil berisiko tinggi lewat sistem digital, peningkatan layanan kesehatan, serta melalui sinergi lintas sektor.
“Melalui TEMPAYAN BU HARTI, saya berharap seluruh pihak dapat bersama-sama memantau ibu hamil risiko tinggi agar angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan,” ujar Chandra.
TEMPAYAN BU HARTI akan menjadi instrumen penting dalam mendeteksi lebih dini kondisi ibu hamil berisiko tinggi.
Ia pun mengimbau tenaga kesehatan melakukan penginputan data secara akurat dan real time, sehingga dapat ditindalanjuti.
“Data yang akurat dan diperbarui secara real-time akan membantu pengambilan keputusan secara cepat. Dengan begitu, ibu hamil yang membutuhkan penanganan khusus bisa segera mendapatkan pelayanan,” paparnya.
Kemudian, upaya lainnya yang dilakukan yaitu dengan meningkatkan edukasi kepada ibu hamil dan keluarganya.
“Pelayanan kesehatan harus semakin mudah dijangkau masyarakat. Edukasi kepada ibu hamil dan keluarga harus terus diperkuat agar mereka memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia,” terangnya.
Dengan adanya peluncuran TEMPAYAN BU HARTI, Pemkab Pati berharap pengawasan terhadap ibu hamil risiko tinggi semakin optimal, koordinasi lintas sektor semakin kuat, serta angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Pati dapat terus ditekan melalui pelayanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas. (*)

Redaksi Mitrapost.com






