Semarang, Mitrapost.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melakukan peninjauan langsung lokasi tanggul jebol Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang pada Selasa (19/5/2026).
Peninjauan dilakukan bersama dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Kepala BNPB Suharyanto. Pemkot Semarang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) pun menyiapkan penanganan jangka pendek dan jangka panjang.
Wali Kota Semarang, Agustina menyebut, keselamatan dan kebutuhan masyarakat terdampak menjadi prioritas utama.
Seluruh layanan dasar bagi warga dipastikan tetap terpenuhi, baik kebutuhan pangan, layanan kesehatan, maupun dukungan pendidikan untuk anak-anak terdampak.
“Sementara yang nomor satu, yang terdampak layanan dasarnya terselesaikan. Yang kami baru deteksi dan belum selesai adalah pendidikan anak-anak. Apakah mereka berangkat sekolah dengan benar. Kalau misalnya ada TK, SD yang terdampak di sini apakah berjalan dengan baik atau belum. Ini yang harus saya pastikan,” ujar Agustina.
“Yang kedua layanan kesehatan perfect, teman-teman dari sosmas terus memberikan layanan kesehatan. Untuk pangan cukup berlebih, bantuan luar biasa banyak,” lanjutnya.
Pemkot Semarang bersama BNPB juga terus berkoordinasi menyiapkan penanganan lanjutan, mulai dari kebutuhan hunian sementara, rencana hunian tetap, hingga langkah pembangunan dan penguatan infrastruktur agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Untuk hunian. Ini hunian akan kita selesaikan segera mungkin,” ujarnya.
Sementara itu, Pemprov Jateng juga menyalurkan bantuan senilai total Rp124 juta. Rinciannya, logistik makanan dan nonpermakanan senilai Rp10,096 juta dari BPBD; logistik makanan dan nonpermakanan senilai Rp73,039 juta dari Dinas Sosial; bantuan 1 ton beras dan 500 bungkus mi mocaf senilai Rp15,75 juta dari Dinas Ketahanan Pangan; paket obat-obatan senilai Rp11,77 juta, dan layanan dokter spesialis keliling (Speling) dari Dinas Kesehatan, tas dan peralatan sekolah senilai Rp13,35 juta dari Dinas Pendidikan. (Adv)

Redaksi Mitrapost.com






