Mitrapost.com – Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto tercatat ikut melakukan panen udang sekitar 80 ton yang siap dipanen dan diekspor di Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada Sabtu (23/05/2026) kemarin.
Dalam hal ini, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, memastikan bahwa operasional BUBK Kebumen di Jawa Tengah beserta hasil panennya secara resmi telah disesuaikan dengan status best practice.
Melansir dari Detik Finance, BUBK Kebumen memiliki lahan seluas 100 hektare yang berisi sejumlah 139 kolam produksi. Sebelum diadakannya panen raya untuk siklus kedelapan pada Sabtu kemarin, pihaknya telah melakukan beberapa kali panen secara parsial.
“Panen kedelapan ini membuktikan bahwa per hektarenya sudah bisa mencapai target terbaik. Dengan memenuhi seluruh standar industri, dan kita bisa berhasil. Hari ini (Sabtu) panennya sekitar 80 ton,” ujar Sakti dalam keterangannya, dikutip Senin (25/05/2026).
Pada pencapaian status best practice tersebut, pihaknya mengupayakan sejumlah sistem seperti padat tebar, didukung oleh teknologi water intake, tandon, terpisahnya saluran inlet dan outlet, hingga instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) untuk keamanan proses produksi bagi lingkungan.
Sejak BUBK Kebumen diresmikan pada tahun 2023 lalu, udang yang dipanen pada siklus terakhir itu berukuran 22-30 centimeter (cm) dengan harga jual rata-rata sebanyak Rp70 ribu per kilogram.
Perlu diketahui, seluruh hasil panen tersebut dilakukan pembelian oleh pelaku usaha lokal. Sementara itu, udang hasil panen selanjutnya akan dibawa ke Kabupaten Cirebon yang setelahnya dilakukan pengolahan agar diekspor ke Amerika Serikat (AS).
“Arahan dari pabrik untuk kami ambil dari BUBK Kebumen karena kualitasnya, dan ukurannya juga besar sesuai kebutuhan kami untuk ekspor ke Amerika Serikat,” jelas salah satu supplier udang asal Cirebon, Ciko Joyo. (*)

Redaksi Mitrapost.com






