Pati, Mitrapost.com – Banjir merendam delapan desa di Kabupaten Pati usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati melaporkan desa-desa terdampak berada di tiga kecamatan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD, Martinus Budi Prasetyo, menyebut tiga kecamatan tersebut, di antaranya Kecamatan Wedarijaksa, Batangan, dan Gabus. Sebaran daerah terdampak banjir itu berdasarkan data yang dikumpulkan oleh BPBD pada Senin (25/5/2026).
Saat ini, BPBD Kabupaten Pati, kata dia, sedang melakukan kegiatan pembersihan pascabanjir di Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus. Banjir terjadi disebabkan karena luapan air akibat jebolnya tanggul sungai di Desa Tanjunganom setelah hujan intensitas tinggi.
“Tiga Kecamatan ada 8 Desa. Penanganan yang sudah dilakukan hari ini giat BPBD itu melaksanakan kegiatan pembersihan pascabanjir bandang di Desa Tanjunganom,” ujar dia.
Banjir di Desa Tanjunganom sempat mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas dari Gabus menuju Tambakromo.
Selain itu, sejumlah desa di Kecamatan Batangan, seperti Ketitang Wetan, Raci, dan Ngening, juga terendam banjir. Banjir tersebut menggenangi area permukiman dan persawahan dengan ketinggian air bervariasi, yakni antara 20 sampai 100 centimeter.
“Untuk wilayah Kecamatan Batangan, itu ada Ketitang Wetan, Raci kemudian Ngening. Ketinggian air juga bervariasi antara 20 centimeter sampai 100 sentimeter, baik itu area persawahan maupun pemukiman,” terangnya.
Sementara, empat desa yang terdampak banjir di Kecamatan Wedarijaksa, di antaranya Panggungroyom, Jontro, Ngurenrejo, dan Ngurensiti.
“Untuk saat ini Jontro, Ngurenrejo dan Ngurensiti masih ada genangan. Kemudian ketinggian air bervariasi antara 10 sampai 30 centimeter baik itu di area pemukiman maupun di area persawahan,” imbuhnya.
Selain banjir di delapan desa tersebut, terjadi rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayuyang. Rob tersebut disebabkan air pasang.
“Kemudian nanti kita melihat situasi, kami atensi khusus itu memang di Tunggulsari, kalau memang banjir Rob ini menyebabkan masyarakat sudah terganggu aktivitas katakanlah masyarakat mulai mengungsi maka yang akan kita lakukan adalah membagi distribusi logistik pangan,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com
