Mitrapost.com – Sejumlah 16 siswa dilaporkan tewas dalam fenomena kebakaran hebat yang tengah terjadi di sebuah asrama sekolah khusus perempuan di Kota Gilgil, Kabupaten Nakuru, Kenya bagian tengah, Kamis (28/05/2026) dini hari.
Selain sebanyak 16 korban jiwa tersebut, pihak kepolisian dan pemerintah setempat menyatakan bahwa 79 siswa lainnya juga mengalami luka-luka akibat insiden yang berlangsung di Utumishi Girls School.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendapatkan informasi terkait kemungkinan adanya siswa yang melarikan diri di tengah terjadinya kebakaran tersebut.
Meski demikian penyebab kebakaran tersebut hingga kini masih belum dapat diketahui secara pasti.
“Dalam kondisi panik, ketakutan, dan cemas, banyak orang keluar, dan saat itu malam hari,” ungkap seorang saksi, dikutip dari Merdeka, Jumat (29/05/2026).
Dalam hal ini, Kenya yang terletak di kawasan Afrika Timur memang tercatat memiliki sejarah panjang terkait dengan insiden kebakaran yang ada di lingkungan sekolah.
Bahkan, dalam data pemerintah mencatat terdapat sebanyak lebih dari 60 kasus pembakaran di sekolah menengah telah terjadi di Kenya pada sepanjang tahun 2018.
Di antara sejumlah kasus tersebut bahkan diduga berkaitan dengan adanya protes dari siswa terhadap ketatnya pendisiplinan beserta kondisi fasilitas sekolah yang selama ini dinilai tidak memadai.
Sebelumnya, tragedi kebakaran tersebut pernah terjadi pada tahun 2024 di sebuah asrama sekolah dasar di Nyeri County yang menewaskan 21 siswa. (*)

Redaksi Mitrapost.com






