Mitrapost.com – Seorang wanita lanjut usia di Boyolali, Jawa Tengah, inisial A (57), diduga tewas diracun. Kecurigaan muncul ke permukaan setelah pihak keluarga menemukan bahwa lima ayam mati setelah menyantap sisa sate yang sempat dikonsumsi korban.
Atas dugaan adanya tindak pidana, petugas kepolisian melakukan ekshumasi pada makam korban pada hari Sabtu (30/5/2026) lalu. Korban memang sempat dikebumikan sepekan sebelumnya, namun keluarga menemukan kejanggalan-kejanggalan atas kematian A.
“Jadi dilaporkan oleh pihak keluarga terkait adanya indikasi meninggalnya orang tua pelapor ini yang tidak wajar. Kondisinya pada saat dilaporkan itu, jenazah ibunya (korban) itu sudah dikuburkan satu minggu,” kata Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, Minggu (31/5/2026), dikutip Detik.
Kasus berawal saat korban A ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Selasa (19/5/2026) pagi. Menurut keterangan keluarga, korban menerima kiriman sate ayam yang diantar menggunakan jasa ojek online (ojol) pada Senin (18/5/2026) sore.
Awalnya, keluarga tidak mencium keanehan dari kematian korban, sehingga jasadnya dimakamkan seperti biasa tanpa autopsi. Beberapa hari kemudian, keluarga mendapat informasi bahwa ada lima ekor ayam mati setelah memakan sisa sate yang sama.
“Karena awalnya tidak mencurigai ataupun tidak ada indikasi terkait dengan penyebab yang hal lain-lain terkait kematiannya. Dikebumikanlah seperti biasa,” terang Indra.
“Nah, setelah satu minggu dikuburkannya itu, anak korban yang meninggal ini mendapatkan informasi dan mencurigai ada kejanggalan. Akhirnya barulah datang ke Polres melaporkan terkait hal itu,” lanjut dia.
Kejanggalan tersebut kemudian dilaporkan ke polisi, lalu diputuskan untuk ekshumasi. Selain membongkar makam korban, pihaknya juga memeriksa barang bukti berupa bangkai ayam di laboratorium forensic.
“Iya, (barang bukti bangkai ayam mati) itu pun salah satu yang kemarin diserahkan ke kita (Polres Boyolali), Itu pun masih dalam proses pemeriksaan bangkai ayamnya. Karena kita juga tidak tahu, bisa saja ayam itu sudah makan di mana, kemudian makan itu,” kata Kapolres.
“Kan kita indikasinya sangat banyak, namanya ayam liar makannya apa saja. Kecuali ayam itu ditaruh dalam satu kandang, kemudian dikasih makan itu, ya kemungkinan besar penyebabnya itu. Kalau ini kan kemungkinanya banyak sekali,” imbuhnya.
Sementara, menurut kuasa hukum keluarga korban, Wiwik Dwi Habsari, mengatakan bahwa sate tersebut dikirim oleh orang misterius menggunakan nama salah satu anak korban. Namun, saat ditanya, anak korban tidak pernah mengirim makanan itu ke ibunya.
“Hal itu diketahui sebelum Aminah makan sate, lebih dahulu menghubungi Luriyanti (anak korban). Lantaran awalnya tidak tahu yang mengirim sate ayam tersebut siapa, Luriyanti sempat meminta kepada ibunya agar tidak memakan sate ayam kiriman orang yang semula tidak dikenal,” jelasnya.
“Ini sudah ranahnya pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian korban, apakah sengaja dibunuh atau disebabkan karena keracunan,” lanjutnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com


