Pelemahan IHSG Awal Sesi Berpotensi Ciptakan Peluang Technical Rebound untuk Scalping

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, dibuka melemah di level 5.919,57, dan tidak lama kemudian langsung terkoreksi 1,12% atau turun 66,37 poin ke posisi 5.874,70, seiring dengan tekanan bursa Asia akibat sentimen global.

Meski traffic ditandai dengan zona merah, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.

Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.

Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).

Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;

  • Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
  • Mengelola risiko saat pembelian saham
  • Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya

Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!

BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Ketika IHSG dibuka melemah, BBRI sering mengalami tekanan jual di awal sesi yang kemudian diikuti aksi beli pada area support intraday, sehingga menciptakan peluang rebound teknikal yang menarik bagi trader jangka pendek.

Kemudian, BBRI juga cocok untuk scalping karena merupakan salah satu saham paling likuid di BEI dengan frekuensi transaksi yang sangat tinggi. Dalam hal ini, likuiditas yang besar juga membuat proses masuk dan keluar posisi menjadi lebih mudah.

TPIA – PT Chandra Asri Pacific Tbk

Dalam kondisi pasar yang melemah, saham ini kerap mengalami pergerakan harga yang cepat akibat perubahan sentimen pasar terhadap sektor petrokimia dan industri dasar. Karakter pergerakan yang agresif tersebut membuka peluang quick trade baik saat terjadi pullback maupun technical rebound.

Selain itu, saham TPIA menarik untuk scalping karena memiliki volatilitas yang cukup tinggi dan sering menjadi perhatian investor institusi maupun trader aktif.

BBCA – PT Bank Central Asia Tbk

Diketahui, BBCA cocok untuk scalping karena merupakan salah satu penggerak utama IHSG dengan likuiditas yang sangat besar. Saat pasar dibuka melemah, saham ini sering membentuk pola oversold intraday yang kemudian direspons oleh pelaku pasar dengan aksi beli jangka pendek.

Pergerakannya yang relatif teratur namun tetap aktif juga menjadikan BBCA ideal untuk strategi scalping berbasis support–resistance dan VWAP trading.

ANTM – PT Aneka Tambang Tbk

Dalam kondisi IHSG melemah, saham komoditas seperti ANTM sering menunjukkan volatilitas yang lebih tinggi dibanding rata-rata pasar, sehingga memberikan peluang momentum trading maupun reversal intraday yang cukup menarik bagi trader jangka pendek.

CUAN – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk

Ketika IHSG melemah, saham ini tetap mampu menciptakan pergerakan harga yang agresif karena tingginya minat spekulatif dan sensitivitas terhadap sentimen sektor energi serta pertambangan.

Karakter tersebut membuat CUAN sering menghasilkan price swing cepat yang dapat dimanfaatkan untuk strategi scalping berbasis momentum. CUAN cocok untuk scalping karena dikenal memiliki volatilitas tinggi dan sering menjadi fokus trader saat pasar bergerak aktif. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati