Mitrapost.com – Pendaki mengalami kecelakaan jatuh usai nekat naik Gunung Semeru saat sedang ditutup. Beruntung korban berhasil dievakuasi pada Jumat (5/6/2026) pukul 19.20 WIB.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan bahwa proses pencarian korban melibatkan berbagai pihak dari mulai Basarnas, TNI-Polri, hingga relawan.
“BB TNBTS menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi, antara lain Basarnas, TNI-Polri, PPGST (Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar), Gimbal Alas, MMP, MPA, relawan, serta masyarakat setempat yang telah bekerja sama dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam membantu proses penyelamatan korban,” ujarnya dilansir dari Bisnis.com.
Pencarian pada Kamis (4/6/2026), berhasil mengevakuasi dua pendaki. Mereka tiba di posko pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 00.10 WIB. Keduanya dibawa ke Puskesmas Ampelgading dan diketahui mengalami dehidrasi ringan.
Sedangkan satu pendaki lainnya mengalami patah tulang kaki dan masih berada di lokasi sekitar 250 meter sebelum punggungan. Ia dievakuasi pada Jumat (5/6/2026) pukul 08.00 WIB.
Saat ini, pendakian menuju puncak Gunung Semeru sendiri masih ditutup karena aktivitas vulkanologi. Masyarakat sudah diimbau untuk tak melalui jalur pendakian tak resmi dan kawasan yang ditutup. Hal itu demi keselamatan.
“Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mematuhi peraturan, mengikuti informasi resmi dari pengelola kawasan, serta menghormati kebijakan pengelolaan kawasan demi keselamatan bersama dan kelestarian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ucapnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






