Market di Fase Technical Rebound dengan Volatilitas Tinggi, Ini 5 Saham yang Dinilai Potensial

Mitrapost.comIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan hari ini Kamis (11/6/2026) di level 5.899,27 atau turun 0,05 persen.

Namun kenaikan terjadi semenit kemudian sebanyak 0,18 persen, menguat ke level 5.918, namun kemudian kembali turun 0,8 persen.

IHSG masih bergerak di rentang 5.850-5.929. Kondisi ini mencerminkan volatilitas yang relatif tinggi pada awal perdagangan. Selain itu, peluang terjadinya technical rebound juga terbuka.

Meski demikian, investor masih perlu waspada akan foreign net sell yang masih cukup besar, volatilitas akibat review MSCI, rupiah yang masih berada pada level lemah secara historis, dan potensi profit taking setelah rebound cepat dalam dua hari terakhir.

Berikut ini 5 saham yang dinilai berpotensi bergerak signifikan pada Jumat, 11 Juni besok!

  1. Bank Negara Indonesia

Saham BBNI berpotensi bergerak di kisaran Rp3.700 — Rp3.900 atau naik 6% hingga 12%. Secara fundamental, BNI menjadi salah satu bank BUMN yang terbesar dengan pertumbuhan kredit yang masih solid. Valuasi relatif murah dibanding bank big cap lainnya.

BBNI juga menjadi salah satu saham pilihan banyak analis selama fase rebound pasar. Saat ini, sektor perbankan mulai kembali diakumulasi.

Namun ada risiko saham ini sensitif terhadap arus dana asing dan tekanan jika rupiah kembali melemah.

  1. Merdeka Battery Materials

Saham ini memiliki eksposur kuat pada rantai pasok baterai kendaraan listrik. Selain itu, prospek jangka panjang didukung industri EV,

Potensi kenaikan MBMA mencapai 8% hingga 16% atau di kisaran Rp510 — Rp550. Saham ini juga menjadi salah satu saham yang direkomendasikan oleh sejumlah sekuritas dalam momentum rebound. Didukung volume transaksi yang meningkat.

Namun ada risiko bergantung pada harga nikel global dan volatilitas tinggi.

  1. Telkom Indonesia

Saham ini berpotensi naik 5% hingga 10% di kisaran Rp3.000 — Rp3.100. Secara fundamental, Telkom menjadi emiten telekomunikasi terbesar di Indonesia. Selain itu, cash flow kuat dan bisnis relatif defensif.

Saham ini seringkali menjadi pilihan rotasi dana saat market tidak stabil. Kemudian ada potensi rebound setelah koreksi berlebihan.

Namun perlu diperhatikan risiko pertumbuhan industri telekomunikasi yang lebih moderat serta kompetisi sektor digital.

  1. Barito Pacific

Saham ini berpotensi naik 7% hingga 14% di kisaran Rp1.900 — Rp2.000. Barito Pacific merupakan grup petrokimia dan energi terintegrasi. Selain itu, memiliki eksposur pada sektor energi dan infrastruktur.

BRPT juga menjadi salah satu saham favorit saat fase rebound pasar. Momentum teknikal juga masih kuat. Namun ada risiko volatilitas tinggi dan sensitif terhadap sentimen global.

  1. Amman Mineral Internasional

Secara fundamental AMMN menjadi salah satu produsen tembaga dan emas terbesar di Indonesia. Kemudian didukung prospek komoditas jangka panjang.

Potensi kenaikan saham ini mencapai 8% hingga 15% di kisaran Rp3.600 — Rp3.800. Didukung, saham ini masuk daftar rekomendasi teknikal beberapa analis pasar. Kemudian potensi rebound seiring stabilisasi harga komoditas.

Namun ada risiko fluktuasi harga tembaga dan emas global dan sensitif terhadap sentimen risk-off. (*)

 

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati