Motif Suparman Habisi Nyawa Bocah SD di Sragen untuk Hilangkan Jejak Perampokan

Mitrapost.com Pihak kepolisian mengungkap motif pembunuhan terhadap bocah SD bernama Bilqis (11) di rumahnya yang berlokasi di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, beberapa waktu lalu.

Pelaku bernama Suparman (53) alias Blendus diduga nekat melakukan aksi brutal tersebut untuk menghilangkan jejak atas aksi perampokan di rumah orang tua korban. Terlebih, diketahui ayah tiri korban dan pelaku pernah saling mengenal.

Setelah menghabisi nyawa korban, pelaku langsung membawa kabur motor dan ponsel milik korban. Kendaraan tersebut sempat dijual ke wilayah Klaten, Jawa Tengah, meski saat ini sudah berhasil diamankan oleh pihak berwajib sebagai barang bukti.

“Honda Vario sempat dijual kepada seseorang dan ini orang yang membeli sudah kita amankan,” jelas Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan, Rabu (10/6/2026), dikutip Kompas.

Lebih lanjut, pelaku juga membuang pakaiannya ke Sungai Bengawan Solo untuk menghilangkan jejaknya. Dewiana juga memastikan kaus dan celana milik pelaku tersebut telah diamankan untuk membuktikan kejahatannya.

Alhamdulillah sudah ketemu (kaus dan celana pelaku),” ujar Dewiana lagi.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno, mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil mengumpulkan sejumlah alat bukti, termasuk jejak kaki berlumuran darah, alat yang diduga digunakan pelaku, bantal, hingga sejumlah benda lain di sekitar TKP.

“Barang bukti yang kami temukan cukup signifikan, termasuk jejak darah, alat yang diduga digunakan pelaku, serta sejumlah benda di sekitar lokasi kejadian yang saat ini masih kami dalami keterkaitannya,” ungkap Catur.

Diberitakan sebelumnya, bocah kelas 5 SD ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya, Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, pada Jumat (5/6/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

“Ibunya pulang kerja sekitar jam 4 sore, lalu histeris (melihat kondisi anaknya). Mendengar itu, Mbah Wadi (warga sekitar) datang melihat, lalu langsung melapor ke RT dan diteruskan ke saya,” ujar Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, Jumat (5/6/2026) malam.

Menurut keterangannya, kondisi tubuh korban banyak bekas bacokan di wajah dan tangan. Selain itu, di tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan bekas telapak kaki dengan kondisi darah sudah kering. Motor milik orang tua korban juga dilaporkan raib.

“Kondisi jenazah banyak bekas bacokan, di bagian tangan dan muka. Bahkan mukanya sudah tidak berbentuk. Di lantai juga banyak bekas telapak kaki, kondisinya (darah) sudah kering. Karena itu, langsung saya suruh warga keluar semua dan melarang ada yang memfoto,” jelasnya.

“Sepeda motor hilang,” imbuhnya lagi. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati