Mitrapost.com – Seorang mantan pengurus Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya (JL), diduga melakukan pelecehan terhadap atletnya sendiri berinisial DS (15) hingga sebanyak enam kali.
Melansir dari Detik, paman korban berinisial E mengaku bahwa korban dan pelaku diketahui pertama kali kenal pada akhir tahun 2024 atau awal 2025, ketika mulai melakukan latihan menembak dengan diantar oleh orang tuanya.
Namun akibat adanya kendala, orang tua korban lantas menitipkannya kepada pelaku selaku pelatih agar dilakukan pendampingan hingga mengantarkannya pulang. Kepercayaan itulah yang justru disalahgunakan oleh pelaku dengan melakukan pelecehan.
“Hal ini terjadi sampai enam kali. Yang pertama itu di lingkup lapangan Perbakin, lapangan tembak berupa hukuman, gelitik. Lambat laun hukuman gelitik itu jadi terbiasa dan meranah ke pegang-pegang,” ujar E kepada wartawan, dikutip Sabtu (13/06/2026).
Berdasar pada pengakuan E, dugaan tindak pelecehan tersebut pertama kali terjadi sebelum Ramadan 2026 di lingkungan lapangan tembak, tepatnya di dalam ruangan tempat pelatihan. Kemudian akibat kesalahan selanjutnya, korban mendapatkan hukuman lagi di dalam mobil.
Hingga pelecehan kembali terjadi dengan pelaku yang secara sengaja membawa korban ke hotel. Meski pelaku melakukan aksi bejatnya, namun korban mengaku tidak sampai disetubuhi oleh pelaku.
Kemudian, ayah korban berinisial J menjelaskan bahwa korban pertama kali mengaku ke keluarga setelah tiba-tiba meminta keluar dari aktivitas menembak, di tengah persiapan menuju pra Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.
“Puncaknya hari Senin kemarin cerita ke mamanya, dan mamanya cerita kronologinya ke saya. Jam 10 malam saya telepon pak E sebagai saudara saya untuk mendampingi. Anak saya nggak mau cerita, hanya sedikit-sedikit dari istri saya,” jelas J. (*)

Redaksi Mitrapost.com






