Mitrapost.com – Aktor intelektual dugaan pembunuhan bos bengkel di Arcawinangun, Purwokerto Timur, Banyumas, EM (67), ternyata istrinya sendiri, IF (61). Terkait kasus tersebut, IF alias Y sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Penetapan tersangka tersebut dikonfirmasi oleh Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi. Berdasarkan alat bukti yang cukup dan hasil pemeriksaan sejumlah saksi, IF diduga kuat merencanakan aksi penghilangan nyawa korban.
“Dari hasil penyelidikan dan gelar perkara, kami menetapkan satu orang tersangka, yakni istri sah korban sendiri IF alias Y (61). Penetapan ini didasarkan pada alat bukti yang cukup serta hasil pemeriksaan saksi-saksi,” kata dia, Senin (29/6/2026), dikutip Detik.
Menurut keterangannya, IF berperan dalam menyusun rencana pembunuhan korban, namun tidak ikut melakukan eksekusi. Pihak kepolisian juga masih memburu keberadaan terduga pelaku lain yang melarikan diri.
“Peran pelaku adalah merencanakan dengan pelaku lain. Dari hasil pemeriksaan tersangka tidak ikut mengeksekusi suaminya,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, EM ditemukan tewas pada Sabtu (27/6/2026) dini hari di rumahnya. Korban diketahui merupakan pemilik bengkel dan tinggal berdua bersama sang istri, sedangkan kedua anaknya tinggal di luar daerah.
Menurut keterangan warga, istri korban meminta agar kematian suaminya tidak dilaporkan ke polisi dengan dalih tidak ingin kejadian jadi berlarut-larut.
“Istrinya sempat bilang ke tetangga dan saya, minta jangan lapor polisi. Dia bilang agar cepat dimandikan dan dikubur. Jangan sampai tahu polisi, nanti urusannya panjang,” ucap Ketua RT 03 RW 09 Kelurahan Arcawinangun, Nartim.
Saat ditemukan, kondisi mayat korban sudah terbaring di kamar tidur dan ditutupi kain oleh sang istri. Nartim menyebut, ada memar di kepala dan darah keluar di sekitar telinga korban, sehingga ia menilai kematiannya tidak wajar.
“Jasadnya berada di kamar tidur. Ada luka di kepala, memar di bagian kepala. Tubuhnya sudah ditutupi kain, kemungkinan sama istrinya. Untuk melihat lukanya kainnya dibuka sedikit,” ujarnya.
“Dari tetangga yang lihat pertama kali jasadnya juga sudah curiga ini meninggalnya tidak wajar. Kemungkinan besar dibunuh karena ada luka, itu ada darah mengalir dari telinga,” lanjut dia. (*)

Redaksi Mitrapost.com






