Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka berada di zona merah pada pembukaan perdagangan Kamis (25/6/2026) di level 5.873.
Meski begitu, IHSG berpotensi melanjutkan technical rebound dengan pergerakan yang masih volatil. Momentum mulai terlihat pada sektor perbankan, komoditas, dan telekomunikasi yang kembali menarik perhatian investor.
Berikut 5 saham berpotensi mengalami pergerakan signifikan pada Jumat (26/6/2026).
- BBCA – PT Bank Central Asia Tbk
Saham BBCA berpotensi naik 6% hingga 12% di kisaran Rp6.300 — Rp6.600. Secara fundamental, BBCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia, CASA tinggi dan profitabilitas terbaik di sektor perbankan. Selain itu, neraca keuangan sangat kuat.
Didukung saham ini menjadi salah satu top picks sejumlah sekuritas. Ada potensi rebound seiring kembali masuknya dana institusi. Namun ada risiko sensitif terhadap foreign outflow dan potensi profit taking pasca rebound.
- BRIS – PT Bank Syariah Indonesia Tbk
Saham BRIS berpotensi naik 8% hingga 15% di kisaran Rp1.800 — Rp1.900. BRIS merupakan bank syariah terbesar di Indonesia dengan pertumbuhan pembiayaan dan laba masih solid. Selain itu, valuasi relatif menarik.
BRIS masuk daftar saham unggulan sejumlah analis untuk semester II 2026. Namun ada risiko volatilitas sektor perbankan dan sentimen suku bunga.
- MDKA – PT Merdeka Copper Gold Tbk
Saham MDKA berpotensi naik 8% hingga 16% di kisaran Rp2.900 — Rp3.200. Secara fundamental MDKA memiliki eksposur pada tembaga, emas, dan mineral strategis.
Saham ini seringkali diuntungkan oleh tren transisi energi global. Selain itu, menjadi salah satu saham pilihan sektor tambang. Ada potensi rebound didukung stabilisasi harga komoditas.
Namun ada risiko fluktuasi harga komoditas global dan volatilitas tinggi.
- DSNG – PT Dharma Satya Nusantara Tbk
DSNG merupakan emiten perkebunan dengan kinerja operasional yang konsisten. Saham ini seringkali diuntungkan oleh pelemahan rupiah karena sebagian pendapatan berbasis dolar.
Potensi kenaikan saham ini berkisar Rp1.200 — Rp1.300 atau 7% hingga 14%. Didukung sektor CPO menjadi salah satu sektor yang dinilai paling defensif terhadap tekanan rupiah.
Namun ada risiko fluktuasi harga CPO global dan risiko cuaca dan produksi.
- EXCL – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk
Saham ini berpotensi naik 6% hingga 12% di kisaran Rp2.600 — Rp2.800. Saham ini menjadi salah satu pemain utama industri telekomunikasi nasional. Kemudian ada potensi sinergi pasca transformasi bisnis dan efisiensi operasional.
Didukung saham ini masuk daftar saham pilihan sejumlah analis dengan potensi upside menarik. Namun ada risiko persaingan industri telekomunikasi dan tekanan biaya berbasis dolar AS. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






