Pati, Mitrapost.com – Anggaran pemeliharaan fisik taman Alun-alun Simpang Lima Kabupaten Pati mengalami penurunan yang cukup signifikan selama satu tahun ini. Penurunan itu dikarenakan adanya efisiensi dana transfer pemerintah pusat ke daerah.
Kepala Bidang Kebersihan Persampahan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Henri Setiawan menyebut, anggaran pemeliharaan fisik Alun-alun Simpang Lima Pati tahun ini hanya Rp50 juta. Besaran itu berbeda dibandingkan tahun 2025 yakni Rp150 sampai 200 juta.
“Di Alun-alun Kabupaten Pati, outsourcing Rp200 juta, tetapi kalau fisik pemeliharaannya itu Rp50 juta. Yang dulunya sampai sedikitnya Rp150 sampai 200 juta,” kata Henri.
Menurutnya, adanya efisiensi itu juga berpengaruh terhadap pemeliharaan seluruh taman di Kabupaten Pati. Adapun total taman di Kabupaten Pati sebanyak 52 titik. Puluhan titik itu kebanyakan taman yang ada di pinggir jalan.
“Kalau total jumlahnya ada 52 titik taman, termasuk taman median dan yang aktif. Taman yang aktif itu di Alun-alun Juwana, Alun-alun Pati, Alun-alun Tayu, Hutan Kota Kalidoro dan Plangitan,” jelasnya.
Anggaran secara keseluruhan selama tahun 2026 ini termasuk pemeliharaan taman Alun-alun Simpang Lima Pati yaitu Rp700 juta. Angka itu sudah termasuk pengadaan suku cadang kendaraan hingga pengisian bahan bakar minyak (BBM).
“Secara keseluruhan 52. Anggaran pemeliharaan Rp700 juta sudah termasuk suku cadang kendaraan dan BBM,” imbuhnya.
Henri mengaku pemeliharaan rutin yang sering dilakukan terhadap puluhan titik taman itu di antaranya pemangkasan, pembersihan hingga pembelian BBM, baik untuk operasional kendaraan pengangkut maupun mesin pemotong rumput. (*)

Wartawan Mitrapost.com






