Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melakukan penutupan perdagangan Jumat, 10 Juli 2026 di level 5.924,36, menguat 0,20% dan memperpanjang tren positif selama beberapa sesi terakhir, di tengah indeks yang sempat bergerak di zona merah pada sesi II.
Untuk perdagangan Senin, 13 Juli 2026, IHSG berpeluang mengalami pergerakan yang stabil dengan kecenderungan menguat terbatas, dengan fokus pasar yang diperkirakan masih tertuju pada saham yang memiliki katalis sektoral, likuiditas tinggi, dan momentum teknikal yang terjaga.
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
Diketahui, BBRI tetap menjadi salah satu saham yang menarik dicermati karena perbankan berkapitalisasi besar masih menjadi tujuan utama rotasi dana ketika IHSG mempertahankan tren penguatan, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.790.
Likuiditas tinggi, karakter pergerakan yang cenderung lebih stabil dan perannya sebagai konstituen utama indeks juga membuat BBRI berpeluang aktif apabila arus dana institusi kembali mengalir ke sektor keuangan, dengan kisaran Rp2.846 — Rp2.957.
ANTM – PT Aneka Tambang Tbk
Dukungan terhadap program hilirisasi serta sensitivitas saham terhadap pergerakan harga komoditas menjadikan ANTM sebagai salah satu pilihan yang menarik ketika sektor barang baku memimpin penguatan, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.900.
Kemudian, ANTM juga berpotensi memperoleh perhatian pasar seiring masih kuatnya minat terhadap emiten berbasis logam dan mineral. Selama volume transaksi tetap terjaga, peluang melanjutkan momentum positif masih terbuka dengan kisaran Rp2.958 — Rp3.074.
BRMS – PT Bumi Resources Minerals Tbk
Diketahui, BRMS layak masuk daftar pantauan karena memiliki karakter pergerakan yang responsif terhadap meningkatnya minat pada sektor pertambangan logam, serta sering menunjukkan akselerasi ketika likuiditas pasar membaik, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp505.
Selain itu, potensi pergerakannya yang tetap bergantung pada konsistensi volume transaksi dan kemampuan bertahan di atas area support jangka pendek juga membuat BRMS menarik untuk perdagangan jangka pendek, dengan kisaran Rp520 — Rp540.
AKRA – PT AKR Corporindo Tbk
Diketahui, saham AKRA memiliki peluang melanjutkan pergerakan positif karena aktivitas distribusi energi dan logistik masih didukung oleh kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.320.
Selain itu, AKRA juga berpotensi menjadi pilihan bagi investor yang mencari saham dengan volatilitas lebih terukur namun tetap memiliki ruang kenaikan apabila sektor energi mempertahankan momentum, dengan kisaran Rp1.346 — Rp1.386.
TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
TLKM menarik sebagai saham defensif yang kerap menjadi tujuan rotasi ketika pasar mulai mengurangi eksposur pada saham berisiko tinggi, serta menjadi penyeimbang portofolio di tengah potensi volatilitas pasar global, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.480.
Fundamental yang kuat, arus kas yang stabil, dan bobotnya terhadap IHSG juga membuat TLKM berpotensi memberikan kontribusi positif apabila indeks bergerak dalam pola penguatan bertahap, dengan kisaran Rp2.530 — Rp2.579. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






