Mitrapost.com – Pasokan bahan baku plastik berupa cairan hidrokarbon ringan hasil penyulingan minyak mentah atau yang sering disebut nafta, dinyatakan berhasil masuk ke Indonesia, setelah sempat mengalami hambatan akibat perang di Timur Tengah.
Dalam hal ini, Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag RI), Budi Santoso, mengatakan bahwa sebagian besar pasokan biji nafta didatangkan dari Amerika Serikat (AS). Sementara, pihak Pemerintah RI telah melirik pemasok nafta dari negara lain seperti India, Afrika dan AS.
“Sudah masuk, jadi kebanyakan memang dari Amerika. Kan dulu saya sampaikan dari Amerika, dari India, dari Afrika kan. Itu yang sekarang mulai banyak masuk dari Amerika, naftanya,” ujar Budi di Transtudio Mal Cibubur, Jawa Barat, dilansir dari Detik Finance.
Meski demikian, pihaknya belum mengetahui perihal nilai impor dari nafta yang telah dinyatakan berhasil masuk ke Indonesia, karena Budi menilai jika data tersebut secara penuh dipegang langsung oleh para pengusaha.
“Kalau nilainya saya belum cek, belum nanya detail ke industri. Tapi yang jelas sekarang sudah mulai banyak masuk produk-produk tersebut. Mudah-mudahan nanti di Timur Tengah juga sudah mulai ini, mudah-mudahan ya. Jadi kita bisa banyak alternatif,” jelasnya, dikutip Jumat (10/07/2026).
Perlu diketahui, Mendag Budi sebelumnya menjelaskan bahwa kebijakan impor yang didapatkan dari ketiga negara tersebut sudah dilakukan pemrosesan dan saat ini tinggal menunggu waktu kedatangan.
“Kita mencari alternatif dari India, Amerika dan Afrika. Dari tiga negara tadi sudah proses, cuma kan ya perlu waktu kan, jadi sekarang masih proses dengan stok yang ada,” katanya di Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (13/04/2026) lalu. (*)

Redaksi Mitrapost.com






