Mitrapost.com – Belum lama ini, sebanyak 80% dari 85 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, dilaporkan sempat berhenti beroperasi secara serentak, tepatnya pada 3 Juli 2026.
Kabar yang sempat viral di media sosial itu pun akhirnya ditanggapi oleh Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, selaku pengelola utama sekaligus pelaksana pembangunan gerai KDMP selama masa transisi yang ditugaskan secara resmi oleh pemerintah.
Dalam hal ini, Joao mengatakan terkait pihaknya yang memahami munculnya sejumlah keresahan, khususnya mengenai gaji yang dikeluhkan oleh pengelola KDMP. Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa kesejahteraan personel dijadikan sebagai prioritas utama bagi perusahaan.
“Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih atas setiap perhatian, masukan, dan kepedulian yang diberikan. Kesejahteraan para personel adalah prioritas yang tidak pernah kami kompromikan,” ujar Joao, dikutip dari Detik Finance.
Melalui akun media sosial Instagram pribadi @bung.joaomota, Joao menjelaskan terkait dengan pihaknya yang tengah melakukan evaluasi terhadap seluruh sistem yang berjalan selama sepekan terakhir, dan segera menyelesaikan setiap ketidaksesuaian data setelah proses verifikasi selesai.
“Sepekan terakhir kami terus mengecek total sistem yang berjalan. Kami berkomitmen setiap ketidaksesuaian data segera ditindaklanjuti dan diselesaikan secepatnya setelah verifikasi. Sebagian telah diselesaikan, dan proses ini masih terus berlanjut,” katanya.
Sebelumnya, seorang Kepala Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Edi Susanto, mengaku mendapat sejumlah keluhan dari pengelola gerai KDMP di wilayahnya yang mendapatkan gaji hanya Rp76 ribu, alih-alih seperti yang dijanjikan yaitu sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,4 juta per bulan. (*)

Redaksi Mitrapost.com






