Pati, Mitrapost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah tahun 2026 ini menargetkan 2.700 hektar lahan tebu di wilayahnya melakukan program bongkar ratoon. Langkah itu sebagai upaya meningkatkan produktivitas gula.
Kepala bidang tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan (TPHBun) Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Sugiharto menyebut, hingga pertengahan tahun 2026 ini, realisasi program bongkar ratoon itu telah mencapai 2.018 hektar. Ribuan itu telah tersebar di 21 kecamatan.
“Dari awal tahun sampai pertengahan tahun sudah mencapai 2.018 hektar dengan target 2.700-an hektar,” ujar Sugiharto kepada Mitrapost.com ditemui di kantornya.
Dia menambahkan besaran angka itu akan terus bergerak seiring berjalannya waktu. Terlebih, jelas dia, adanya bantuan sosialisasi baik dari penyuluh hingga PG Trangkil dan Pakis.
“Angka ini bergerak terus, nanti kita ini sosialisasi dibantu oleh penyuluh, PG Trangkil, PG Pakis sekaligus juga dibantu oleh APTRI, KPTR untuk menyukseskan oleh kegiatan ini,” jelasnya.
Dalam program ini, pemerintah juga memberi dukungan kepada petani, meliputi bantuan bibit hingga bantuan tenaga kerja.
“Pemerintah dalam kegiatan ini memberi bantuan 60 ribu mata per hektare di tambah 40 hari orang kerja (HOK), per HOK kalau di Jawa Tengah sekitar Rp90.000,” terang dia.
Lebih lanjut, Sugiharto optimis bahwa program bongkar ratoon di tahun 2026 ini target 2.700 hektar tercapai.
“Mudah-mudahan tercapai, dan mudah-mudahan petani bisa merespon ini, karena kita sudah sampaikan kepada berbagai pihak bahkan kita juga berbuat seperti banner-banner,” tandas Sugiharto. (*)

Wartawan Mitrapost.com






