Pati, Mitrapost.com – Ribuan hektar lahan padi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah terancam kekeringan. Hal itu disebabkan air di wilayah Kabupaten Pati mulai berkurang.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan (TPHBun) Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Sugiharto menyebut, ada 1.228 hektar lahan di tahun 2026 ini telah ditanami tanaman padi. Ribuan hektare lahan itu rata-rata memiliki usia padi 12 hari.
“Pada bulan ini masih ada tercatat di kami sampai hari kemarin ada sekitar 1.228 hektar di bulan Juli ini,” ujar Sugiharto kepada Mitrapost.com.
Rata-rata ribuan hektare lahan padi itu berada di Kecamatan Tayu, Cluwak, Gunungwungkal, Margoyoso, Tlogowungu, Gembong, Margorejo, Gabus, Pati, Jakenan dan Juwana dengan luasan lahan padi tidak terlalu banyak.
Ia menyebut, kondisi air untuk sektor pertanian padi yang masih maksimal berada di Pati Selatan seperti Jakenan dan Juwana. Menurutnya, hal itu dipengaruhi pasokan air yang mendukung karena adanya Bendungan Kembang Kempis di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan.
“Yang jelas memang di kondisi ini memang di tempat-tempat tertentu ini kurang banyak. Tapi kalau di daerah selatan masih didominasi dari air yang tersedia di sepanjang Embung Kembang Kempis,” terang dia.
Selain Pati selatan, kondisi air untuk sektor pertanian padi yang masih optimal berada di Pati Utara. Pasokan air terpenuhi karena ada Waduk Gembong dan Gunung Rowo. Selain itu, aliran air di pegunungan muria masih mengalir di wilayah Cluwak.
“Kalau di daerah utara yang dari waduk ada di aliran sungai yang masih ada aliran air,” jelasnya.
Saat disinggung mengenai lahan padi puso akibat musim kemarau ini, pihaknya hingga ini belum memperoleh laporan.
“Sampai saat ini belum ada laporan terkait data puso,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






