Pati, Mitrapost.com – Luas lahan produksi garam di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diprediksi mencapai 3.100 hektar untuk tahun 2026 ini. Hal itu dinilai bakal berdampak terhadap jumlah hasil produksi garam di wilayahnya.
Petugas Pengelola Ekosistem Laut dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Triana Shinta Dewi, menyebutkan bahwa prediksi luasan lahan produksi garam yang mencapai 3.100 hektar ini meningkat dibandingkan tahun 2025, yakni seluas 2.800 hektar.
Dia menambahkan dengan luasan semakin meningkat bakal mempengaruhi produksi garam di Bumi Mina Tani. Terlebih di tahun 2025 dengan luasan 2.800 hektar mencapai 211.000 ton garam.
“Tahun 2025, sekitar 2.800 an hektar dengan menghasilkan sekitar 211.000 ton garam,” kata Triana kepada Mitrapost.com.
Peningkatan luas lahan produksi garam turut dipengaruhi oleh musim kemarau yang dinilai lebih kering daripada tahun lalu. Menurutnya, musim kemarau pada tahun 2025 cenderung basah.
“Karena tahun ini diperkirakan musim panasnya lebih kering dibanding tahun lalu (tahun lalu musim panas basah, yang benar-benar kering hanya sekitar 3 bulan). Kalau dari prediksinya, ada Godzilla El Nino (tahun ini),” jelas dia.
Ia mencatat, ada empat kecamatan yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi garam di Kabupaten Pati. Empat kecamatan itu diantaranya Kecamatan Batangan, Kecamatan Juwana, Kecamatan Wedarijaksa, dan Kecamatan Trangkil.
Dia menyebut kempat kecamatan itu sudah mulai produksi garam pada akhir bulan Juni kemarin.
“Empat kecamatan potensi mas, Batangan, Juwana, Wedarijaksa, Trangkil,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






