Mitrapost.com – Debit air Sungai Ciliwung yang melewati Bendung Katulampa di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, tercatat mengalami penyusutan yang drastis, seiring dengan berkurangnya curah hujan sepanjang musim kemarau.
Dalam hal ini, kondisi tersebut membuat tinggi muka air (TMA) mencapai nol centimeter (cm), terhitung sejak dua hari terakhir pada Rabu (14/07/2026), hingga membuat batu-batu besar yang ada di dasar kawasan Bendung Katulampa menjadi terlihat jelas.
“Untuk ketinggian TMA di Bendung Katulampa memang sejak dua hari kemarin ketinggiannya di nol centimeter. Iya sampai sekarang masih bertahan di nol centimeter,” ujar Petugas Bendung Katulampa, Subhan.
“Betul, sampai kelihatan batu-batunya, ya saking menyusutnya ya. Kondisi TMA kan nol sentimeter, jadi sampai dasar sungai juga kelihatan,” lanjutnya, dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (18/07/2026).
Kini, pemandangan yang selama ini sering dipenuhi oleh arus deras di sepanjang musim penghujan berubah menjadi sejumlah genangan kecil yang terbentuk di bawah fondasi bendung. Bahkan, kondisi tersebut juga memperlihatkan sedimentasi dasar sungai yang selama ini tertutup aliran air.
Menanggapi kondisi tersebut, Subhan mengatakan bahwa pihaknya akan merencanakan kerja bakti bersama dengan warga dan sejumlah komunitas untuk melakukan pengangkatan endapan sedimen yang ada di Bendung Katulampa.
“Tapi memang di kondisi ini memang sedimentasi di dasar sungai juga jadi kelihatan, biasanya kita gotong royong, kerja bakti sama warga, sama komunitas, itu nanti mungkin akan diadakan, untuk mengangkat sedimennya, jadi kita gali,” jelasnya.
Meski demikian, Subhan memastikan bahwa aliran air dari hulu ke Sungai Kali Baru tetap diprioritaskan melalui saluran irigasi. Hal ini dilakukan supaya aliran sungai tidak mengering sekaligus ekosistem di kawasan tersebut tetap dapat terjaga.
“Betul, jadi kalau kondisi seperti ini aliran air dari hulu, karena kondisinya menyusut kita utamakan agar mengalir ke saluran irigasi, jadi kita tetap penggelontoran air ke Kali Baru, ke saluran irigasi,” katanya.
“Kita ada penggelontoran air untuk menjaga ekosistem sungai (di Kali Baru), jadi jangan sampai kering,” tambahnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






