Oknum Perangkat Desa di Trangkil Pati Diduga Minta Jatah Uang Santunan Kematian

Pati, Mitrapost.com – Oknum perangkat desa di Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, diduga meminta jatah uang santunan kematian kepada warganya.

Salah satu korban pemotongan santunan kematian itu bernama Subari. Subari menyebut, bantuan santunan kematian yang diperoleh sebenarnya sebesar Rp1 juta.

Namun, pada saat pengambilan beberapa bulan lalu, dia hanya menerima Rp700 ribu. Sisanya, dia berujar, diminta oleh oknum perangkat desa yang telah membantu mengurus dana bantuan tersebut.

“Dapat bantuan kematian Rp1 juta, sedangkan perangkat desa itu memberikan informasi kalau ada potongan Rp300 ribu,” ujar Subari ditemui di rumahnya, Senin (20/07/2026) siang.

Menurut pengakuan oknum perangkat desa itu, kata dia, uang Rp300 ribu digunakan untuk keperluan administrasi. Namun, pihaknya tidak mengetahui detail rinciannya.

“Pengakuannya buat administrasi apa saya juga tidak tahu betul,” terang dia.

Dengan potongan yang dinilai cukup besar itu, Subari hanya bisa pasrah. Terlebih, Subari bekerja sebagai buruh harian. Subari pun berharap kejadian itu tidak terjadi kembali.

“Harapannya ya mudah-mudahan tidak ada begitu terus, selanjutnya. Jadi jangan sampai ada macam-macam gitu,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Trangkil, Bambang Pujianto, mengaku tidak mengetahui dengan adanya oknum perangkat desa yang diduga meminta jatah uang bantuan kematian kepada warganya sendiri.

“Mengenai kesepakatan potongan itu tidak semuanya seperti itu. Karena setiap desa berhak mendapatkan bantuan kematian ini, tapi ada yang mau mengurusi atau tidak, terus ketika dia berjalan sendiri itu mau atau tidak. Makanya potongan Rp300 ribu itu tidak semua harus begitu, kita tidak tahu yang pasti,” jelas Bambang ditemui di Balai Desa Trangkil.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsop3akb) Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan mengenai dugaan pemotongan bantuan kematian itu bukan menjadi ranah Dinsos Pati.

Menurutnya penyaluran bantuan kematian tahap pertama telah disalurkan oleh Bank Jateng hingga sebesar 100 persen.

“Laporan dari Bank Jateng sudah 100 persen tersalurkan semua, kita tahunya itu saja, kalau ada apa-apa di belakang gitu-gitu ya di luar,” kata Aviani. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati