Pati, Mitrapost.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mencatat ada tiga desa di wilayahnya yang telah mengajukan bantuan droping air bersih.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pati, Suntoro, mengatakan tiga desa itu berada di kecamatan yang berbeda. Di antaranya, Desa Tanjungsekar, Kecamatan Pucakwangi; Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo; dan Desa Sinoman, Kecamatan Pati.
Menurut dia, permintaan bantuan dilakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan air minum dan memasak karena persediaan air bersih di ketiga desa itu semakin menipis.
“Alasan untuk kebutuhan air minum. Terutama air bersih semakin berkurang untuk kebutuhan minum. Yang ada saat ini air sungai untuk sawah untuk mencuci masih ada, tapi untuk minum dan masak itu kekurangan,” ujar Suntoro kepada Mitrapost.com melalui sambungan telepon, Selasa (21/07/2026) siang.
Hingga kini, BPBD Kabupaten Pati masih menunggu penyiapan tandon air di desa-desa itu. Setelahnya, pihaknya baru akan mengirim pasokan air bersih. Ia menyebut, air bersih yang dibutuhkan di masing-masing desa itu sebanyak 2 tangki atau setara 10 ribu liter.
“Karena tandonnya belum pada siap. Kalau tandonnya siap kita siap berkirim air,” ucap dia.
“Dia masih bisa mungkin untuk satu, dua minggu ke depan dia mulai mempersiapkan untuk air bersih. Rata-rata, dia meminta 2 tangki sekitar 10 ribu liter,” terang dia lagi.
Suntoro turut mengimbau kepada masyarakat di Bumi Mina Tani untuk bijak menggunakan air bersih. Pasalnya, kemarau di tahun 2026 ini berpotensi lebih panjang dari 2025 lalu. Jika masih membutuhkan pasokan air bersih, masyarakat diminta segera mengirimkan surat kepada BPBD Pati.
“Kalau memang nanti ada kekurangan ya bersurat, Pemerintah Desa bersurat ke BPBD biar nanti BPBD bisa mempersiapkan,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






