Mitrapost.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia (RI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendesak adanya percepatan pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) yang ada di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.
Dalam hal ini, AHY menilai jika salah satu kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di Benoa itu, dapat dijadikan sebuah gerbang wisata bahari internasional sekaligus menguatkan posisi Indonesia sebagai negara maritim.
Menurutnya, transformasi proyek BMTH tidak cukup hanya dengan mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga deregulasi, penataan ruang, hingga penataan aktivitas kepelabuhanan, dengan tujuan mampu menarik investasi dan meningkatkan kunjungan wisatawan secara berkualitas.
“Di lokasi ini tengah dibangun kawasan, fasilitas, dan ekosistem yang akan mendukung berkembangnya wisata bahari Indonesia,” ujar AHY dalam agenda peninjauan BMTH di Pelabuhan Benoa, dikutip dari Detik, Rabu (22/07/2026).
Selain itu, pihaknya juga menilai jika Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan terbesar di dunia menyimpan banyak potensi besar untuk menjadi pusat wisata bahari global.
Melalui keberadaan BMTH, Bali dapat memunculkan peluang baru sebagai pusat aktivitas yacht dan kapal pesiar yang ada di Asia Tenggara. Hal tersebut akan terwujud jika penerapannya didukung oleh regulasi yang adaptif, tata ruang yang terintegrasi, dan infrastruktur yang memadai.
Hal tersebut lantaran rancangan BMTH ditujukan sebagai marina modern yang mampu menampung hingga sebanyak 188 yacht, termasuk super yacht dan mega yacht, lima kapal pesiar berukuran besar, juga dilengkapi area hiburan, pusat perbelanjaan, ruang terbuka hijau, hingga taman publik.
“Para wisatawan ini bukan hanya datang untuk singgah. Mereka bisa tinggal berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Artinya mereka akan berbelanja, menggunakan berbagai layanan, dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat Bali,” jelasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






