Mitrapost.com – Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) mengungkap kedatangan otoritas Malaysia ke RI yang dipicu oleh kekhawatiran mereka atas pasokan kelapa lokal yang selama ini dijadikan sebagai penopang utama kebutuhan industri mereka.
Melansir dari CNBC Indonesia, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan RI, Agus Rosyid Wasingun, mengatakan bahwa permintaan global terhadap kelapa Indonesia memang terus mengalami peningkatan.
Bahkan dalam hal ini, Agus juga menyebut terkait dengan negara Malaysia yang hingga saat ini tercatat melakukan pemenuhan kebutuhan pasokan kelapanya dari Indonesia hingga sebesar 89%.
“Peluangnya, sebenarnya permintaan dunia cukup besar dan memang beberapa negara sudah mulai, bahkan seperti Malaysia itu hampir 89% kebutuhan kelapanya dari Indonesia,” ujar Agus dalam Webinar Hilirisasi Kelapa Sinar Tani.
“Sehingga ketika kemarin sempat dua tahun lalu kekurangan bahan, itu sempat datang ke kementerian (Kementan) untuk memohon supaya tidak ada penghentian ekspor kelapa, tetapi (dibuatkan) pengaturan dan sebagainya,” tambahnya, dikutip Kamis (23/07/2026).
Oleh sebab itu, pihaknya menilai jika tingginya ketergantungan sejumlah negara terhadap komoditas kelapa di Indonesia menjadikan sebuah peluang yang besar bagi industri nasional.
Dengan demikian, permintaan ekspor di Indonesia tercatat masih terbuka lebar seiring dengan semakin banyaknya negara yang mulai memutuskan impor produk olahan kelapa mereka dari negara Indonesia.
“Waktu saya berkunjung ke perusahaannya Pak Rudy (Ketua Harian Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia/HIPKI), itu beliau menyebutkan ada sudah hampir 80 negara yang meminta atau impor produk olahan kelapa ini ke perusahaannya, dan teman-teman yang lain,” jelasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






