Terkait Bendung Karet Jakenan yang Bocor, Pemkab Pati Bilang Begini

Pati, Mitrapost.com – Persoalan Bendung Karet yang bocor di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, mendapatkan tanggapan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

Kondisi bocornya Bendung Karet itu dikhawatirkan berdampak terhadap sektor pertanian sepanjang aliran Sungai Juwana.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan kebocoran Bendung Karet itu kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

“Kami sudah melaporkan ke Gubernur, Pak Bupati juga sudah berkirim surat ke BBWS Pemali Juana terkait dengan situasi di Bendung Karet Bungasrejo. Dimana respon dari Bapak Kepala Dinas PU Jawa Tengah sudah menyampaikan kalau saat ini masih diusahakan untuk penanganan,” ujar Ratri melalui sambungan telepon.

Menurut dia, bocornya Bendung Karet itu dapat berdampak terhadap sektor pertanian padi. Pasalnya, lanjut dia, ada sekitar 4 ribu hektare lahan pertanian yang telah ditanami padi.

“Saat ini memang di sepanjang alur Sungai Juwana ada pertanaman padi sekitar 4.000 hektar itu ekuivalen dengan 25.600 gabah kering panen. Sehingga kalau tidak segera ditindaklanjuti bisa mengancam eksistensi hasil dari petani di sepanjang alur Sungai Juwana,” terangnya.

Menurutnya, di sepanjang aliran Sungai Juwana itu tanaman padi masih membutuhkan suplai air untuk masa pertumbuhan.

“Bervariasi jadi kalau kemarin saya melihat di lapangan ada tanaman yang usianya 10 hari setelah tanam, 15 sampai 20 hari setelah tanam. Yang jelas untuk fase-fase vegetatif nya saat ini membutuhkan air untuk pertumbuhan,” jelasnya.

Ratri mengaku bahwa dirinya masih menanti perbaikan kebocoran Bendung Karet oleh BBWS Pemali Juana. Dispertan Pati juga melakukan pemantauan di lokasi.

Ratri juga meminta koordinator Balai Penyuluh Pertanian Jakenan untuk memastikan produksi pertanian dapat terus berjalan.

“Untuk penyuluh, kelompok tani di binaannya masing-masing agar lebih jeli dalam manajemen pengelolaan air. Sehingga dalam menunggu perbaikan ini ada langkah-langkah yang sifatnya darurat untuk penanganan pertumbuhan padinya,” pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati