Mitrapost.com – Penyelidikan terkait temuan ratusan senjata di gedung sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), masih berlangsung.
Senjata tersebut berupa airsoft gun dan senjata api (senpi) jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge. Menurut penelusuran penyidik kepolisian, senpi itu merupakan milik seorang bernama DS yang sebelumnya menjabat sebagai direktur PT Lokta Karya Perbakin.
“Jadi kalau dilihat penelusuran dari identitas ini yang bersangkutan merupakan direktur ya, terhadap suatu perusahaan PT LKP. LKP ini terkait tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Jumat (7/8/2026), dikutip Detik.
Menurut penyelidikan Subdit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Ditintelkam Polda Metro Jaya, diketahui sosok DS telah meninggal dunia. Pihaknya akan mendalami regulasi kepemilikan senpi, sekaligus alasan keberadaan senjata tersebut masih di dalam yayasan.
“Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak, menemukan bahwa saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020, sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut,” tutur dia.
“Harusnya, dokumen apabila meninggal, keluarga melaporkan kepada pihak kepolisian, menyerahkan dokumen, menyerahkan dan bisa menitipkan. Dan itu bisa kembali apakah menjadi hibah kepada keluarga yang bersangkutan ataupun beralih kepada kepemilikan orang lain, itu sudah diatur dalam suatu regulasi,” sambungnya.
Pihak kepolisian juga berencana memeriksa pria inisial IWD atau IW selaku mantan ketua yayasan. Diketahui, ratusan senjata tersebut ditemukan di bekas ruangannya.
Diberitakan sebelumnya, heboh penemuan ratusan senjata di sebuah ruangan sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel). Senjata-senjata itu ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan.
Kejadian tersebut berawal saat ruangan tersebut hendak digunakan untuk kebutuhan siswa pada bulan Juli 2026 lalu. Namun, malah ditemukan ratusan senjata, termasuk amunisi dan sejumlah aksesori yang lainnya.
“Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain,” kata Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, Kamis (6/8/2026).
Penemuan senjata kembali terjadi pada Rabu (5/8/2026) malam. Tak hanya senjata, ditemukan pula narkoba dan beberapa rekaman video bermuatan pornografi.
“Kemudian pada tadi malam, hari Rabu gitu ya, hari Rabu tadi malam kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba, dan menemukan CD porno,” ujarnya.
Adapun senjata yang ditemukan berupa empat laras panjang, dua laras pendek, peredam, tujuh magasin berbagai jenis, amunisi berbagai kaliber, beberapa airsoft gun, taser gun, alat pembuat peluru hingga buku panduan pembuatan peluru. (*)

Redaksi Mitrapost.com






