Mitrapost.com – Awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,48 persen ke level 6.440 pada pembukaan Senin (10/8/2026).
Momentum IHSG saat ini relatif mengalami kenaikan dan tren menguat atau bullish. Sektor barang baku, energi, dan kesehatan menjadi pendorong utama penguatan mingguan.
Berikut ini 5 saham yang berpotensi bergerak signifikan pada Selasa, 11 Agustus 2026 besok.
- PSAB – J Resources Asia Pasifik Tbk
Saham ini berpotensi bergerak signifikan pada Selasa besok di kisaran Rp490 — Rp510 atau naik 5%–10%.
PSAB menjadi salah satu saham potensial jika melihat dari saham ini yang sebelumnya berhasil breakout di kisaran Rp436-Rp450 dengan pola cup and handle.
Karena PSAB memiliki eksposur langsung tehadap bisnis pertambangan emas, maka kenaikan harga emas akan berpengaruh terhadap saham ini.
Breakout teknikal, harga emas tinggi, dan potensi kenaikan produksi emas menjadi faktor pendukung kenaikan saham PSAB.
Meski begitu, ada risiko profit taking setelah breakout, harga emas dapat terkoreksi, dan saham cukup sensitif terhadap sentimen komoditas.
- ARCI – Archi Indonesia Tbk
Saham ini berpotensi naik di kisaran Rp1.300 — Rp1.400 atau 5%–10%. Sebagai emiten pertambangan emas, saham ini mendapatkan katalis langsung dan keutungan dari tingginya harga emas. Selain itu, momentum teknikal masih bullish.
Didukung adanya breakout resistance, volume transaksi meningkat, dan harga emas berada di level tinggi. Namun ada risiko overbought setelah reli, harga emas berbalik turun, dan volatilitas saham cukup tinggi.
- BRMS – Bumi Resources Minerals Tbk
Saham ini berpotensi naik 6%–12% di kisaran Rp650 — Rp690. Didukung adanya tren emas positif, struktur teknikal bullish, hingga potensi peningkatan produksi.
Namun ada risiko realisasi produksi belum sesuai ekspektasi, target harga analis diturunkan, dan volatilitas tinggi.
- BUMI – Bumi Resources Tbk
Saham ini berpotensi naik 5%–10% di kisaran Rp200 — Rp210. Saham ini menjadi salah satu saham yang mendapat perhatian dari analis saat IHSG masuk fase bullish.
BUMI memiliki eksposur besar terhadap sektor batu bara sehingga pergerakan harga batu bara, produksi, dan permintaan energi global menjadi faktor utama.
Didukung likuiditas tinggi, momentum sektor energi, sensitif terhadap kenaikan harga batu bara, dan ada potensi menjadi saham momentum saat IHSG bullish.
Namun ada risiko harga batu bara global, volatilitas tinggi, dan risiko profit taking setelah kenaikan.
- DSSA – Dian Swastatika Sentosa Tbk
Saham ini berpotensi naik 4%–8% di kisaran Rp1.000 — Rp1.100. Saham ini juga berada di radar analis dan memiliki eksposur bisnis yang luas, termasuk energi dan infrastruktur digital.
DSSA juga menjadi saham yang cukup sensitif terhadap sentimen korporasi dan perubahan struktur bisnis, sehingga potensi pergerakannya dapat lebih besar daripada saham defensif.
Didukung eksposur energi, potensi pertumbuhan bisnis digital/infrastruktur, hingga likuiditas dan perhatian pasar yang cukup tinggi.
Namun ada risiko volatilitas tinggi, sentimen aksi korporasi, dan potensi tekanan jual apabila momentum IHSG melemah. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






