Wanita di Batam Koma Usai Operasi Ambeien, Keluarga Polisikan Pihak RS

Mitrapost.com – Seorang wanita bernama Dewi Sartika Sitinjak (24) mengalami koma usai operasi ambeien di sebuah rumah sakit swasta wilayah Batam.

Pihak keluarga memilih jalur hukum usai melihat pasien tak kunjung sadar selama 10 hari, masih terbaring di ruang ICU dan bergantung pada alat pernafasan. Keluarga melaporkan pihak RS ke Polresta Barelang, Batam atas dugaan malpraktik pada Sabtu (8/8/2026).

“Kondisinya sudah sangat kritis, setelah mendapatkan penanganan lanjutan pascaoperasi di Awal Bros. Keluarga tidak terima dengan penanganan medis yang dilakukan oleh pihak rumah sakit,” ujar Kuasa hukum keluarga, Jendris Sihombing dilansir dari Kompas.

Pihak keluarga menduga ada kelalaian saat penanganan medis pascaoperasi pada Selasa (28/7/2026) malam.

Dewi sempat sehat dalam dua jam usai operasi bahkan sempat melakukan video call. Namun setelah itu, Dewi diberikan tiga suntikan yang disebut sebagai obat pereda nyeri dan pendarahan.

“Dari sinilah semua bermula, dua jam setelah operasi pihak rumah sakit memberi pasien tiga dosis suntikan. Dua dosis disuntik melalui tangan, dan satu dosis dicampur ke botol infus,” ujarnya.

Pendamping pasien saat itu mengaku melihat pasien mengeluh sesak dan nyeri saat dosis suntikan pertama baru diberikan sedikit. Namun hal itu tak dihiraukan, perawat pun kembali menyuntikkan dosis kedua hingga pasien merasa sakit dan sesak hingga mengcengkram tangan pendampingnya saat itu hingga memerah.

“Setelah suntikan ketiga ke botol infus, perawat langsung meninggalkan pasien. Setelah 30 menit, atau lebih tepatnya sekitar pukul 00.00 WIB, Rabu (29/7/2026) dini hari. Pasien langsung kejang hebat hingga tidak bernafas dan tak sadarkan diri,” paparnya.

Pendamping pasien pun memanggil perawat lewat interkom. Perawat dan dokter jaga datang membantu memompa jantung pasien secara manual. Dewi pun akhirnya dipindahkan ke ICU.

Sehari kemudian, pihak keluarga diberitahu bahwa Dewi memiliki gangguan jantung, hati, dan ginjal dari hasil pemeriksaan laboratorium.

Mediasi telah dilakukan pihak keluarga dan kuasa hukum pada Kamis (30/7/2026). Pihak rumah sakit menilai itu sebagai alergi obat. Namun pihak keluarga kurang menerima penjalasan itu mengingat Dewi tak memiliki riwayat alergi obat.

“Karena alasan mereka seperti itu, maka keluarga mempertanyakan apa jenis obat yang mereka suntikkan ke Dewi hingga kini sudah 10 hari dia dalam kondisi koma. Sementara dari sebelum operasi, dan setelah operasi Dewi sendiri masih dalam kondisi sehat. Namun tidak ada jawaban yang diberikan oleh mereka, sehingga malam ini keluarga akhirnya membuat laporan resmi kepolisian,” paparnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati