Pati, Mitrapost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah, menjadwalkan bertemu dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) pada minggu depan di bulan Agustus ini.
Pertemuan itu untuk membahas persoalan pakan ternak unggas di Kabupaten Pati yang dianggap terlalu mahal.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan bahwa pakan ternak mahal dapat mempengaruhi produksi telur peternak unggas di wilayahnya.
“Nanti minggu depan kami rencanakan dengan teman-teman asosiasi untuk ke Kementerian Pertanian untuk mencari solusi supaya pakan ini lebih murah dari sebelumnya. Karena unsur sebelumnya dari pakan HPP (Harga Pokok Produksi) nya pakan ini jadi komponen tertinggi dari telur ini,” kata Chandra usai audiensi dengan peternak unggas se-Kabupaten Pati di Ruang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Selasa (18/08/2026) siang.
Ia menjelaskan kehadiran ke Kementerian Pertanian itu bakal didampingi oleh DPRD Kabupaten Pati serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Semua ini akan kami laksanakan didampingi oleh DPRD dan didampingi dinas terkait termasuk dari teman-teman asosiasi peternak telur di Kabupaten Pati,” terangnya.
Ketua Asosiasi Unggas se Kabupaten Pati, Dwi Agus Siswanto, mengatakan harga pakan unggas ini sudah melonjak dua bulan lalu.
“Harga pakan kemarin memang terus melonjak, dari dua bulan harga pakan tiap Minggu terus melonjak,”
Menurutnya, harga pakan selama ini dari pabrik Rp400 ribu per 50 kilogram. Harga itu, kata dia, telah mengalami kenaikan Rp50 ribu per kilogramnya.
Sementara, untuk harga konsentrat mengalami kenaikan Rp45 ribu per kilogram. Adapun saat ini menyentuh Rp490 ribu dari sebelumnya Rp400 ribu per 50 kilogram. (*)

Wartawan Mitrapost.com






