Mitrapost.com – Sepanjang dua hari terakhir, enam penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), tercatat mengalami keterlambatan akibat jarak pandang (visibility) di bawah standar yang disebabkan oleh kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam hal ini, Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak, Joko Wahyudi, mengatakan bahwa gangguan paling utama terjadi pada jadwal penerbangan pagi hari.
“Benar ada kendala untuk penerbangan. Dampak dari kabut asap ini sudah mulai terasa di Bandara Supadio, terutama untuk penerbangan pagi,” ujar Joko Wahyudi.
Pada penuturannya, jarak pandang di pagi hari sempat berada di bawah 1.000 meter, sehingga membuat keberangkatan pesawat harus mengalami penundaan sampai visibility kembali memenuhi stamdar keselamatan penerbangan.
“Untuk penerbangan di atas jam 8 sudah tidak ada pengaruh karena tingkat visibility-nya sudah di atas 1.000 meter,” jelasnya, dikutip dari Detik, Jumat (21/08/2026).
Laporan terbaru pada Kamis (20/08/2026) pagi, Joko Wahyudi menyebut bahwa dua penerbangan kembali mengalami keterlambatan, di antaranya adalah rute Pontianak (PNK)-Surabaya dan Pontianak (PNK)-Ketapang.
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa tidak ada penerbangan yang secara langsung dilakukan pembatalan akibat kabut asap tersebut, melainkan hanya penundaan keberangkataan sembari menunggu jarak pandang kembali aman.
“Bukan gagal penerbangan, tapi delay. Jadi penerbangannya diundur karena menunggu visibility mencapai standar, yaitu di atas 1.000 meter,” katanya.
“Rata-rata dari jam 6 sampai jam 7, jam 8 sudah mulai normal,” lanjutnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






