Mitrapost.com – Pasar saham pada Rabu (26/8/2026) menunjukkan tren positif jangka pendek, sehingga masih memungkinkan scalping. Beberapa sektor dinilai masih kuat, namun trader tetap harus memperhatikan faktor lainnya, seperti volume dan breakout resistance.
Sektor energi sebelumnya menjadi penggerak penting pasar, dan paling aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Hindari saham yang sudah naik terlalu tinggi karena dapat menjadi tanda profit taking, saham berlikuiditas rendah, dan volume besar tanpa kenaikan harga.
Berikut ini lima saham listing BEI yang potensial untuk scalping hari ini!
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
Likuiditas sangat tinggi, sehingga cocok untuk transaksi cepat. Bisnis petrokimia membuat saham sensitif terhadap siklus petrokimia dan sentimen sektor.
Secara teknikal, tren kenaikan masih bertahan. Namun, indikator terbaru menunjukkan tingkat harga dan momentum bisa berubah cepat.
Buy saat breakout resistance, kemudian Sell saat mencapai target 2–5% atau saat momentum melemah.
PT Petrosea Tbk (PTRO)
Likuiditas PTRO tinggi dan aktif diperdagangkan di pasar. Kinerja ditopang jasa pertambangan, konstruksi dan EPC, dengan sentimen kuat dari sektor tambang.
Tren harga masih bullish, meski harus menunggu momentum golden cross. Buy saat tingkat harga masih ideal, kemudian Sell saat mencapai target 3–6% atau ketika momentum dead cross.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
Likuiditas CUAN tinggi dan volatilitas relatif besar, sehingga menarik untuk trader agresif. Bisnis energi dan pertambangan membuat harga sensitif terhadap komoditas dan sentimen grup.
Tren masih bullish dengan indikasi golden cross dan tingkat harga masih ideal. Buy saat breakout resistance dengan volume lebih dari 1,5 kali dari rata-rata. Sell saat mencapai target 3-6% atau ketika sudah overbought.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
Likuiditas AMMN sangat tinggi dan termasuk LQ45. Fundamental perusahaan ditopang bisnis pertambangan dan proyek strategis, sehingga prospeknya masih dianggap menarik.
Tren harga masih bullish dengan momentum kenaikan dan harga masih ideal. Buy saat volume meningkat, kemudian Sell saat mencapai target 2-5% atau saat tingkat harga dan muncul reversal.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
Likuiditas cukup tinggi dan masuk LQ45 periode Agustus–Oktober 2026. Bisnis jasa pertambangan memberikan katalis ketika aktivitas pertambangan meningkat, tetapi risikonya lebih tinggi.
Buy saat tren mengalami kenaikan dengan konfirmasi golden cross, kemudian Sell saat mencapai target 3-7% atau dengan stop loss 2–3% bila breakout gagal. (*)

Redaksi Mitrapost.com






