Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,28 persen ke level 6.210 pada hari ini, Rabu (7/10/2026).
IHSG kembali menguat terbatas 0,19 persen ke level 6.204 setelah semenit berjalan. Sebanyak 315 saham berada di zona hijau, 148 melemah, dan 500 lainnya dalam kondisi stagnan.
Namun, asing masih mencatat net sell, sehingga peluang momentum tetap ada tetapi perlu konfirmasi.
Berikut ini 5 saham potensial untuk scalping pada hari ini.
- PACK — PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk
Saham ini menarik untuk scalping karena memiliki volatilias tinggi dan sebelumnya juga mendapat perhatian analis dengan strategi trading buy.
Pada 6 Oktober, PACK masih berada dalam radar teknikal setelah penguatan sebelumnya. Tekanan jual asing dapat menciptakan pergerakan intraday yang cepat. Scalper bisa memantau breakout area resistance atau rebound dari support dengan volume meningkat.
- FORU — PT Fortune Indonesia Tbk
FORU menjadi salah satu saham paling aktif berdasarkan volume pada 6 Oktober. Aktivitas sebesar ini sangat menarik bagi scalper yang mengejar momentum cepat.
Ada katalis tambahan berupa aksi korporasi HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu), dengan perdagangan hak yang berakhir 6 Oktober dan distribusi hasil pelaksanaan pada 7 Oktober.
Scalper dapat fokus pada momentum dan perubahan bid–offer, tetapi risikonya tinggi karena volatilitas serta efek aksi korporasi.
- PTRO — PT Petrosea Tbk
PTRO memiliki karakter pergerakan yang relatif agresif, sehingga menarik untuk scalping ketika volume dan momentum meningkat.
Pada 6 Oktober, PTRO termasuk saham yang mengalami tekanan di tengah penguatan IHSG, sehingga berpotensi menjadi kandidat technical rebound apabila buyer kembali masuk.
Scalper sebaiknya menunggu reversal yang disertai peningkatan volume, bukan sekadar membeli karena harga terkoreksi.
- BMRI — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
BMRI memiliki likuiditas sangat tinggi, sehingga cocok untuk trader yang membutuhkan transaksi cepat.
Pada 6 Oktober, BMRI masuk top net accumulation pasar reguler, tetapi juga ada tekanan jual asing. Perbedaan ini berpotensi membuat pergerakan intraday cukup aktif.
Fundamental BMRI dinilai masih relatif solid. Saham ini menarik untuk momentum atau rebound jika buyer mampu menyerap tekanan jual asing.
- BBCA — PT Bank Central Asia Tbk
BBCA menjadi saham dengan net accumulation terbesar di pasar reguler pada 6 Oktober. Ini menunjukkan adanya minat beli domestik yang kuat.
Likuiditas BBCA sangat tinggi sehingga mendukung strategi scalping dengan eksekusi yang relatif mudah.
Meski demikian, sesi 6 Oktober masih mencatat estimasi foreign net sell, sehingga perlu melihat apakah tekanan asing berlanjut atau mulai terserap buyer.
Scalper bisa fokus pada breakout resistance atau pullback sehat dengan volume. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






