IHSG Sempat Melemah Tipis, Pergerakan Positif Saham Diprediksi Masih Ada untuk Esok Hari

Mitrapost.com – Pada penutupan sesi I Rabu (26/8/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 4,77 poin (-0,07%) ke 6.496,89. Hal ini mengartikan bahwa tekanan jual masih ada, tetapi belum menunjukkan distribusi besar karena indeks mampu pulih dari tekanan awal yang sempat membawa IHSG turun lebih dari 1%.

Untuk Kamis, 27 Agustus 2026, IHSG diprediksi masih berada dalam fase konsolidasi dengan peluang rebound selektif, bukan reli menyeluruh. Dalam hal ini, saham yang memiliki katalis komoditas, volume kuat, dan struktur teknikal relatif sehat masih layak menjadi fokus.

ANTM — PT Aneka Tambang Tbk

Saham ANTM yang golongan usahanya adalah pertambangan dan pengolahan mineral, terutama emas, nikel, dan komoditas logam lainnya, tercatat memiliki kombinasi katalis yang cukup jelas dan masih didominasi volume beli, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.220.

Selain itu, harga emas juga tercatat masih berada pada level tinggi sehingga memberikan sentimen pendukung terhadap bisnis emas ANTM. Jika support tetap bertahan pada esok hari, maka diprediksi mengalami kenaikan dengan kisaran Rp3.300–3.350.

PTBA — PT Bukit Asam Tbk

Diketahui, PTBA tercatat pergerakannya yang relatif didukung oleh momentum yang konkret. Selain itu, saham ini juga mengalami peningkatan volume, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.450.

Karena IHSG sedang tidak sepenuhnya kuat, pendekatan yang lebih rasional adalah menunggu retracement ke area tersebut, bukan mengejar kenaikan. Dalam hal ini, potensi perdagangan berada dalam batas pergerakan harian yang konservatif dengan kisaran Rp2.520–2.570.

TINS — PT Timah Tbk

Diketahui, saham TINS menarik karena mempunyai momentum harga sekaligus dukungan fundamental komoditas, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp4.110.

Kemudian, kinerja semester I-2026 juga sangat kuat, dengan pendapatan disebut melonjak 247% dan laba bersih meningkat 805%. Untuk besok, penetapan target yang lebih masuk akal diprediksi dengan kisaran Rp4.300–4.400.

PGAS — PT Perusahaan Gas Negara Tbk

Diketahui, PGAS cocok untuk skenario rotasi ke saham yang relatif defensif tetapi tetap mempunyai momentum, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.535.

PGAS tercatat menarik ketika IHSG tidak bergerak satu arah, karena katalisnya lebih berasal dari perbaikan teknikal dan bisnis gas daripada sekadar mengejar momentum indeks. Pergerakannya tercatat alami kenaikan dengan kisaran Rp1.585–1.650.

AMMN — PT Amman Mineral Internasional Tbk

Sebagai saham oportunistik berbasis komoditas, AMMN tercatat memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi dibanding tiga pilihan pertama, lantaran memiliki tren positif dalam beberapa sesi, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp4.470.

Namun karena pada 26 Agustus AMMN termasuk saham yang perlu dicermati dari sisi tekanan jual, strategi yang lebih disiplin adalah menunggu area dengan kisaran Rp4.500–4.580. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati