Pati, Mitrapost.com – Puluhan sekolah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menampilkan pertunjukan karya seni melalui program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Program tersebut diikuti oleh satuan pendidikan mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pembukaan Gelar Karya GSMS berlangsung di GOR Pesantenan Pati, pada Rabu (26/08/2026) malam. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dan disaksikan oleh tamu undangan. Penampilan berbagai karya seni bakal berlangsung hingga Sabtu (29/08/2026) mendatang.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan, dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pati ke 703, pihaknya berkomitmen untuk terus melestarikan seni dan budaya di wilayahnya. Menurutnya, GSMS ini merupakan salah satu langkah untuk melestarikan seni dan budaya di Kabupaten Pati.
“Tahun ini Pati Ulang Tahun ke 703 tahun. Di 703 tahun ini kami memang berkomitmen terus membudayakan seni dan budaya anak-anak didik kita,” ujar Chandra, Rabu malam.
Komitmen melestarikan seni dan budaya itu sebelumnya telah dicontohkan melalui pagelaran Adhiloka di Alun-alun Simpang Lima Pati belum lama ini. Gelaran Adhiloka tersebut, lanjut dia, telah mendapatkan respon positif dari masyarakat Bumi Mina Tani.
“Di pagelaran kemarin kami adakan acara Adhi loka ternyata antusiasme masyarakat sangat baik. Dan acara ini akan kita jadikan acara tahunan,” kata dia.
“Kami melaksanakan tari kolosal yang dihadiri atau ditarikan 1000 penari dari tingkat SD dan SMP. Ternyata kesenian ini sudah sangat dirindukan oleh masyarakat kabupaten Pati, anak didik kita, orang tuanya,” dia menambahkan.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, memberikan apresiasi terhadap Gelar Karya GSMS di Kabupaten Pati. Menurut dia, gelar karya GSMS ini tidak hanya bentuk pertunjukan, akan tetapi proses dari pewarisan budaya.
“Hari ini kita tidak sekedar menyaksikan pertunjukkan dan karya seni yang dihasilkan oleh para siswa tapi juga menyaksikan hasil dari proses pewarisan budaya,” ujarnya.
“Dibalik setiap karya yang tampil hari ini ada proses belajar, ada latihan, ada kedisiplinan, kreativitas, keberanian dan juga perjumpaan antara seniman dengan generasi muda,” lanjutnya.
Dia bilang, penampilan oleh para peserta tidak hanya sekedar kegiatan ekstrakurikuler. Akan tetapi, bentuk nyata untuk menghadirkan kebudayaan di Kabupaten Pati.
“Bagian dari ikhtiar kita menghadiri kebudayaan secara nyata di tengah proses pendidikan dan juga kehidupan dari generasi muda kita,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






