Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini Kamis (27/8/2026) di level 6.390.
Meski begitu, volatilitas tinggi tetap membuka peluang bagi trader harian untuk mencari momentum rebound maupun pergerakan cepat.
Berikut ini 5 saham potensial untuk scalping hari ini Kamis, 27 Agustus 2026.
- TPIA — PT Chandra Asri Pacific Tbk
Saham ini memiliki likuiditas yang besar, sehingga sclaper bisa entry-exit dengan cepat. Saham ini banyak dijual asing saat melemah. Namun koreksi tajam tersebut justru dapat menciptakan peluang technical rebound, tetapi harus menunggu konfirmasi volume dan price action.
Saham ini menarik untuk scalping rebound, tetapi risikonya tinggi.
- ENRG — PT Energi Mega Persada Tbk
Saham sektor minyak dan gas ini sensitif terhadap sentimen harga energi. Karakter sektor energi dapat menghasilkan volatilitas intraday ketika harga minyak atau sentimen komoditas berubah.
Sebelumnya, ENRG juga mendapat perhatian analis karena peluang reversal jangka pendek dari area support. ENRG cocok untuk scalper yang mengejar momentum sektor energi.
- ISAT — PT Indosat Tbk
Saham ISAT memiliki likuiditas cukup tinggi dan aktif menjadi perhatian trader. Saham ISAT juga termasuk saham yang banyak dijual asing pada sesi sebelumnya, konfirmasi rebound tetap penting. Salah satu kandidat menarik untuk scalping rebound.
- BNBR — PT Bakrie & Brothers Tbk
BNBR memiliki karakter pergerakan yang relatif agresif sehingga menarik bagi trader momentum. Koreksi tajam dapat membuka peluang technical rebound, tetapi risiko false rebound dan slippage juga lebih besar.
BNBR cocok untuk scalper agresif dengan posisi terukur.
- BULL — PT Buana Lintas Lautan Tbk
Saham ini bergerak di sektor pelayaran atau transportasi laut yang dapat merespons sentimen energi dan aktivitas perdagangan.
Karakter pergerakan yang relatif volatil membuatnya menarik ketika volume transaksi meningkat. Dalam kondisi IHSG melemah, BULL lebih tepat diperdagangkan berdasarkan volume dan momentum aktual, bukan sekadar sentimen sektoral. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com





