Mitrapost.com – Kondisi pasar saham pada Rabu (9/9/2026) diprediksi akan memiliki momentum arah yang jelas, setelah sebelumnya menguat pada perdagangan hari sebelumnya. Sehingga, peluang untuk mendapat profit dari scalping lebih besar.
Pada penutupan perdagangan saham Selasa (8/9/2026) diketahui sebanyak 363 saham naik, 244 saham turun, dan 185 saham stagnan. Artinya, kenaikan IHSG tidak hanya ditopang beberapa saham saja, sehingga memungkinkan scalper melakukan sector rotation.
Berikut kami rangkum 5 saham yang potensial untuk scalping hari ini!
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
Fundamental BMRI sangat kuat dengan laba bersih konsolidasi 2026, tumbuh 24,4% YoY, sementara pertumbuhan kredit bank mencapai 19,9%. Secara teknikal, harga belum overbought dan sinyal masih positif. Likuiditas tinggi, spread relatif kecil, MACD positif, dan fundamental kuat merupakan kombinasi yang bagus untuk trading cepat.
PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL)
BULL menarik karena fundamentalnya mengalami akselerasi sangat besar. Laba bersih perusahaan meningkat sangat tajam dibanding 2025. Meski demikian, penting memperhatikan teknikal BULL karena harga nyaris oversold. Buy saat ada sinyal technical rebound dan jangan tunggu harga naik terlalu tinggi.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
ANTM menarik untuk scalping karena likuiditas tinggi dan volatilitas intraday memadai, sehingga spread relatif efisien untuk trading cepat. Fundamentalnya didukung eksposur bisnis emas, nikel, dan komoditas mineral. Meski demikian, secara teknikal belum mendukung agresivitas. Buy saham hanya saat ada konfirmasi rebound.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
DEWA memiliki fundamental yang membaik sangat cepat. Pendapatan perusahaan naik 3,1% YoY dan laba bersih melonjak 110,9% YoY menurut data kuartal. Teknikalnya masih memberi sinyal Sell. Buy hanya jika muncul reversal kuat.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
TPIA cocok untuk scalping terutama karena kapitalisasi besar, likuiditas relatif tinggi, dan pergerakannya cukup responsif terhadap sentimen pasar dan komoditas. Namun, secara teknikal harus tetap hati-hati. Harga mendekati oversold dan grafik teknikal lainnya masih memberikan sinyal Sell kuat. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com



