Tak Hanya MTsN 3 Pati, 103 Siswa-Belasan Guru SMP Negeri 1 Gembong Diduga Keracunan MBG

Pati, Mitrapost.com – Dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, bertambah.

Selain di MTs Negeri 3 Pati, ratusan siswa dan belasan guru di SMP Negeri 1 Gembong juga diduga keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) setelah mengalami gejala berupa diare.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Gembong, Istiana, menyebut dugaan keracunan menu MBG dialami oleh 103 siswa dan 13 guru. Rata-rata, ratusan siswa tersebut berasal dari jenjang pendidikan kelas 7, 8 dan 9.

Sebelumnya, mereka diketahui menyantap menu MBG berupa nasi bakar dan ayam suwir, Selasa (08/09/2026) kemarin. Namun, gejala keracunan berupa mual baru dirasakan oleh siswa dan guru pada sore hingga malam harinya.

Dia mengaku, dugaan keracunan baru diketahui oleh pihak sekolah pada Rabu (09/09/2026) pagi karena ratusan siswa itu bergantian untuk ke kamar mandi.

“Awal ke tahunya tadi pagi, tadi pagi itu banyak anak-anak yang ke kamar mandi. Kemudian kami tanya ternyata mereka sudah merasakan mules-mules itu kemudian semakin siang semakin banyak,” ujar Istiana ditemui di halaman SMP Negeri 1 Gembong.

Ratusan siswa itu sempat dibawa ke Puskesmas Gembong, namun kondisi puskesmas tidak bisa menampung keseluruhan korban, sehingga dirujuk ke RSUD Soewondo, RS Mitra Bangsa, dan KSH Pati.

“Tadi puskesmas sudah overload kemudian di RSUD kemudian juga di Mitra bangsa, ada juga yang di KSH. Tadi yang di Mitra bangsa sudah sembuh sudah dikembalikan ke sini dan sudah pulang,” kata dia.

Menurutnya, dugaan keracunan menu MBG itu disebabkan karena distribusi yang terlambat.

“Menu yang datang agak siang, harusnya sebelum istirahat jam pertama 09.30 biasa sudah sampai. Kemarin itu jam 11.30,” jelasnya.

“Kalau tray itu ada tulisannya di makan sebelum jam 12. Sehingga begitu datang langsung berikan ke anak-anak,” dia melanjutkan.

Ia menjelaskan, para siswa belum merasakan gejala sesaat setelah mengonsumsi menu MBG. Namun, mereka mulai merasa mual saat sore dan malam hari.

“Anak-anak kemarin enjoy saja. Terus senang-senang saja ada yang minta tambah. Setelah itu sore sama malam tadi saya tanya sudah mulai mules-mules,” terangnya.

Lebih lanjut, Istiana meminta kepada dapur SPPG untuk mengevaluasi jam distribusi ke sekolah. Pihaknya berharap kejadian ini tidak terulang kembali.

“Kita sama-sama baiknya semua. Jadi mohon untuk jam distribusi ke sekolah-sekolah ditaati,” tandasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati