Mitrapost.com – Pertunjukan seni Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 hari pertama berlangsung meriah. Acara ini menghadirkan kolaborasi dari sejumlah seniman dari lima negara dan beberapa daerah di Indonesia.
Gelaran SIPA 2026 berlangsung di Pamedan Pura Mangkunegaran, Surakarta, mulai Kamis (10/9/2026) malam. Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari tamu undangan maupun pihak yang terlibat dalam event budaya ini.
“Di dalam tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries terdapat imajinasi daya cipta tak kasat mata, dimana SIPA meleburkan segala batasan, hanya ada ruang luas untuk mengekspresikan ide dan visi kreatif,” terang Direktur SIPA, GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo saat memberikan sambutan.
Usai prosesi pembukaan, panggung SIPA 2026 menampilkan pertunjukan kolaboratif antara Ambassador SIPA 2026, Gondrong Gunarto, bersama Semarak Candrakirana Art Center, Sanggar Sikambang Manih, dan ISI Padang Panjang Panjang.
Penampilan selanjutnya oleh Ohinemataroa dari New Zealand melalui karya “Kapa Haka”. Karya ini merupakan bentuk ekspresi seni masyarakat Māori yang memadukan unsur gerak, musik, nyanyian, dan tradisi.
“Beberapa hubungan yang paling kuat yang bertahan lama, justru terletak pada hubungan budaya. Salah satu tempat kerjasama kebudayaan antara kedua negara ini adalah SIPA,” kata Duta Besar New Zealand, Mr. Philip Taula.
Delegasi mancanegara yang tampil selanjutnya adalah Nomadart dari Korea Selatan dengan karya berjudul “Logic”. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari keberagaman perspektif artistik yang ditampilkan dalam SIPA 2026.
Seed Dance Company dari Taiwan turut menghadirkan seni tari bertajuk “Lost Connection” yang memperlihatkan bagaimana isu dan gagasan dapat diterjemahkan melalui bahasa tubuh dan gerak.
Selanjutnya, pertunjukan dari delegasi Nusantara ditampilkan oleh Kemantren Langenpraja Mangkunegaran dari Surakarta. Ini menjadi representasi kekayaan tradisi Nusantara yang hadir berdampingan dengan karya-karya seni dari mancanegara.
Pertunjukan kemudian dilanjutkan oleh Gaung Marawa dari Sumatera Barat dengan karya “Tarekat”
Penampilan dari sejumlah delegasi, baik dari Nusantara maupun mancanegara, menunjukkan SIPA 2026 menjadi ruang pertemuan lintas budaya. Dengan ini, masyarakat bisa mengenal ragam ekspresi budaya dunia, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dalam negeri.
SIPA 2026 kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para seniman dan delegasi sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam perhelatan seni pertunjukan internasional tersebut. (*)

Redaksi Mitrapost.com






