Pati, Mitrapost.com – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bank Mandiri Pati, pada Selasa (15/09/2026). Massa membakar ban bekas hingga melempari kantor Bank Mandiri dengan telur.
Koordinator AMPB, Supriyono mengatakan bahwa aksi unjuk rasa ini hanya membawa satu persoalan yaitu pemblokiran rekening miliknya yang dilakukan oleh Bank Mandiri, belum lama ini.
“Melakukan aksi penyampaian pendapat di muka umum terkait pemblokiran rekening sepihak yang dilakukan oleh Bank Mandiri,” jelas Supriyono.
Menurut dia, pemblokiran yang dilakukan pada 27 Agustus 2026 lalu menjelang demo di DPR RI, merupakan bentuk pembungkaman terhadap suara rakyat.
“Ini bukan sekedar pemblokiran ini adalah bentuk pembungkam kepada suara rakyat. Ini adalah bentuk perlawanan perjuangan kami untuk bangsa ini,” ucap dia.
Dengan pemblokiran itu, pihaknya pun hilang kepercayaan kepada Bank Mandiri. Menurutnya, pemblokiran itu dilakukan secara sewenang-wenang tanpa ada klarifikasi.
“Terkait kejadian kemarin itu menghilang kepercayaan kepada Perbankan. Rekening itu privasi, tanpa klarifikasi kepada saya tanpa klarifikasi kepada nasabah bank bisa sewenang-wenang melakukan pemblokiran,” katanya.
“Dengan blokiran rekening saya sebesar Rp80 juta sekian negara ini judi online sangat merusak kehidupan di masyarakat kenapa tidak di blokir. Rekening koruptor triliun kenapa tidak diblokir,” lanjutnya.
Supriyono menyebut aksi unjuk rasa itu bakal dilakukan oleh AMPB selama lima hari ke depan. Namun tidak menutup kemungkinan unjuk rasa digelar lebih lama.
Lebih lanjut, Supriyono selaku Koordinator AMPB pun mengaku belum menginginkan untuk audiensi dengan Bank Mandiri. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Bank Mandiri telah melukai pihaknya dan rakyat.
“Hari ini kita tidak mau diskusi. Karena apa yang dilakukan Bank Mandiri sangat melukai teman-teman dan rakyat Indonesia,” tandasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






