Pati, Mitrapost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah perkotaan, Selasa (15/09/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengatakan, langkah itu diambil sebagai tindak lanjut dari dugaan keracunan siswa di Kecamatan Gembong. Dari sejumlah dapur SPPG yang telah dilakukan sidak ini, Chandra menemukan sejumlah masalah.
Ia menyebut masalah itu berupa kebersihan dapur SPPG, alat masak kurang layak, tempat kurang luas hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Siang hari ini kita monitoring di 6 SPPG. Jadi banyak sekali temuan tadi masalah kebersihan kedua masalah alat-alat yang digunakan. Tadi saya temukan ada satu wajan yang sudah tidak layak untuk digunakan terus tadi masalah IPAL masalah kedua. Terus ompreng itu ada beberapa yang tidak punya mesin pengering,” ujar Chandra.
Hasil temuan itu, lanjut dia, langsung dikoordinasikan kepada kepala dapur SPPG setempat untuk dibenahi dalam waktu satu minggu.
“Semua hasil temuan ini sudah kami sampaikan kepada SPPG setempat. Kami minta mereka maksimal seminggu harus dibenahi,” terang dia.
Jika rentang waktu satu minggu itu tidak dilakukan pembenahan, maka pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk di suspend sementara.
“Kalau seminggu nanti monitoring lagi apa yang kami temukan tidak dipenuhi, kami akan sarankan untuk di suspend sementara,” imbuhnya.
Selain itu, pihaknya meminta kepada kepala dapur SPPG untuk menyikapi luasan dapur yang digunakan untuk penyiapan menu makan bergizi gratis (MBG). Menurutnya, jika dapur itu kurang luas proses pengemasan akan terganggu utamanya waktu pendinginannya.
“Jadi ada beberapa tempat yang kurang luas pemorsiannya hampir sampai 3 ribu, ini kami lihat tadi untuk mulai dari pendinginan sampai pemorsian tidak mencukupi kami akan sarankan untuk penerimaan manfaatnya kita kurangi,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com




