mitrapost.com – Kondisi pasar saham pada Senin (21/9/2026) mulai efektif setelah Rebalancing FTSE Russell. Sebanyak 29 saham Indonesia keluar dari indeks FTSE, sementara beberapa saham mengalami penurunan klasifikasi.
Pada Senin esok, terjadi rotasi dana yang tajam, sehingga saham yang terkena pengurangan bobot indeks berpotensi mendapat tekanan. Sedangkan, saham lainnya bisa menerima aliran dana relatif lebih baik.
Berikut ini beberapa saham yang diprediksi mengalami kenaikan (bullish) pada 21 September 2026!
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Secara fundamental, ANTM membukukan pertumbuhan laba bersih 34% YoY, sementara EBITDA naik 35%. Perdagangan saham juga menunjukkan likuiditas pasar yang tinggi dan relatif mendukung untuk trading jangka pendek. Struktur teknikal cukup kuat, menunjukkan sinyal Buy dan tingkat harga belum overbought.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
Fundamental PTBA cukup kuat dengan kenaikan pendapatan mencapai 7,7%, laba bersih naik 218,1% YoY dan EBITDA naik 96,6%. Kinerja tersebut terutama didukung pemulihan operasi, ekspor dan kenaikan harga jual rata-rata batu bara. Sinyal Buy masih kuat dan momentum positif, serta tingkat harga masih netral.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
MDKA mencatat kinerja Q1 2026 yang membaik. Namun, leverage MDKA lebih tinggi dibanding PTBA, sehingga fundamentalnya perlu dibaca bersama risiko utang dan beban bunga. Secara teknikal, struktur jangka panjang relatif positif. Belum ada konfirmasi bullish penuh, sehingga entry lebih baik menunggu breakout.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
BRMS menarik untuk trader agresif karena likuiditasnya sangat tinggi. Sumber pendapatan terutama berasal dari emas domestik. Setup menarik untuk rebound, karena harga dekat MA5/MA50/MA100 dan MACD sudah positif, sementara RSI belum tinggi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
BRI membukukan kenaikan laba bersih +17,5% YoY dan laba bersih naik +16,2%. Dari sisi likuiditas perdagangan, BBRI termasuk yang paling aktif di BEI. Sementara, secara teknikal, BBRI menunjukkan sinyal Buy jangka pendek dengan tingkat harga masih netral. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






